Abaikan Kerusuhan Final! Bos FIFA Mendadak Puji Skuad Argentina Usai Kalah Dramatis dari Spanyol!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:33 WIB
Gianni Infantino, Predisen FIFA
Gianni Infantino, Predisen FIFA

Radar Jember – Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengirimkan surat ucapan selamat resmi kepada Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia. 

Ucapan ini disampaikan usai timnas Albiceleste finis sebagai runner-up Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-1 dari Spanyol lewat babak perpanjangan waktu.

Situs resmi AFA kemudian memublikasikan isi surat dari Infantino tersebut. Surat itu memuat deretan pujian setinggi langit atas perjuangan skuad Argentina sepanjang turnamen, terlepas dari berbagai kontroversi yang membayangi perjalanan mereka.

Baca Juga: Banderol Rp 1,4 T Dinilai Ketinggian, Manchester United Resmi Mundur dari Perburuan Bintang Bournemouth!

Pujian Setinggi Langit untuk Albiceleste

Dalam surat resminya, Infantino mengapresiasi tinggi kerja keras dan performa apik yang ditunjukkan tim asuhan Lionel Scaloni di partai puncak.

"Di stadion New York-New Jersey yang megah, Argentina meraih medali perak di Piala Dunia 2026, setelah final yang menegangkan melawan Spanyol. Saya ingin kembali menyampaikan ucapan selamat sehangat-hangatnya atas keberhasilan penting bagi sepak bola Argentina ini. Piala Dunia akan tetap dikenang sebagai perayaan sepak bola yang tak terlupakan, ditandai dengan pertandingan-pertandingan luar biasa, kemunculan bakat-bakat baru, kehadiran bintang-bintang olahraga terbesar, dan atmosfer istimewa di stadion-stadion yang dipenuhi penonton," tulis Infantino.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi Argentina menjadi salah satu pilar utama yang menyukseskan gelaran Piala Dunia edisi kali ini.

"Penampilan luar biasa Albiceleste berkontribusi secara menentukan dalam menjadikan edisi ini sebuah ajang istimewa yang menarik jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia," tambahnya.

Tak lupa, Infantino meminta Tapia melayangkan apresiasi kepada seluruh elemen timnas Argentina yang terlibat.

Baca Juga: Sengit Hingga Akhir! Liverpool Gulung Sunderland 4-2 Dalam Laga Pramusim di Nashville!

"Saya mengirim ucapan selamat yang tulus kepada setiap orang yang berkontribusi dalam meraih hasil luar biasa ini: para pemain, pelatih Lionel Scaloni, staf teknis dan medis, serta tentu saja banyaknya pendukung yang mendukung dan menyemangati tim sepanjang turnamen," ungkapnya.

"Pencapaian-pencapaian ini selalu merupakan buah dari kerja keras, profesionalisme, dan perhatian besar terhadap detail, tetapi juga merupakan hasil dari gairah, komitmen, dan kecintaan terhadap olahraga yang luar biasa ini. Semua itu menjadi pertanda masa depan yang sangat menjinjikan, dan tanpa diragukan lagi membuka jalan bagi lebih banyak keberhasilan besar untuk sepak bola Argentina," urainya.

Infantino memungkas suratnya dengan nada hangat kepada Tapia yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan FIFA: "Saya mendoakan segala keberuntungan untuk Anda di laga-laga mendatang, dan berharap dapat segera bertemu Anda." Ini bukan kali pertama Infantino melayangkan sanjungan, sebab sebelumnya ia juga mengunggah ucapan senada di akun Instagram pribadinya.

Tutup Mata dari Skandal Wasit dan Kerusuhan Final

Menariknya, Infantino sama sekali tidak menyenggol rentetan kontroversi yang membelit Argentina sepanjang turnamen. Padahal, kepemimpinan wasit yang dianggap sering menguntungkan Argentina kerap menuai kritik pedas dari berbagai tim, salah satunya datang dari Direktur Teknik Timnas Mesir, Hossam Hassan, usai timnya tersingkir di babak 16 besar.

Baca Juga: 10 Jam Diperiksa, Kejagung Ungkap Alasan Febrie Tak Kenakan Rompi Tahanan

Puncak kontroversi pecah pada laga final yang diwarnai aksi kekerasan dan tensi tinggi. Enzo Fernandez diganjar kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Pau Cubarsi.

Seusai peluit panjang berbunyi, Leandro Paredes juga kedapatan menyerang sejumlah pemain Spanyol. Skuad Argentina bahkan memicu polemik baru saat memilih langsung berjalan menuju tribune suporter mereka ketimbang menyaksikan prosesi pengangkatan trofi oleh Spanyol.

Buntut dari kekacauan pascapertandingan tersebut, FIFA akhirnya resmi membuka investigasi disiplin.

"Setelah mengevaluasi laporan-laporan pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina, dan sejalan dengan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA, Komite Disiplin telah menunjuk seorang jaksa disiplin dan etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran kode terkait peristiwa pasca pertandingan. Rincian tambahan akan disampaikan oleh Komite Disiplin FIFA segera setelah laporan jaksa selesai," bunyi pernyataan resmi FIFA.

Editor : Imron Hidayatullahh
final Piala Dunia 2026 FIFA argentina gianni infantino