Radar Jember – Gelandang Argentina, Leandro Paredes, akhirnya angkat bicara usai membawa Boca Juniors menang tipis 1-0 atas O'Higgins.
Hanya berselang empat hari pasca-kegagalan menyakitkan Albiceleste di partai final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Paredes melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kelanjutan kariernya di tim nasional yang memicu tanda tanya publik.
Paredes terlebih dahulu membeberkan kondisi cedera tulang rusuk yang sempat mengganggunya di fase akhir turnamen hingga akhirnya bisa kembali bugar membela Boca Juniors.
"Hari-hari pertama rasanya sangat berat karena ada retak kecil pada tulang rusuk saya, tetapi sekarang kondisi saya sudah jauh lebih baik. Rasa sakit yang teramat sangat itu terjadi tepat setelah pertandingan melawan Mesir, namun kami berhasil menanganinya dengan baik bersama tim medis agar saya bisa bertahan semaksimal mungkin," ujar Paredes, dinukil dari ESPN.
Baca Juga: Tawaran Buat Emiliano Martínez Ditolak Mentah-Mentah! Juventus Mendadak Alihkan Radar ke Zion Suzuki
Gelandang berpengalaman ini juga secara tegas menepis berbagai teori konspirasi yang beredar liar seputar kekalahan Argentina di laga puncak.
"Kalau saya mendengarkan semua rumor yang ada, saya bisa gila. Semua yang dikatakan sebelum, selama, dan setelah Piala Dunia... Kami telah melakoni turnamen yang luar biasa. Spanyol memang tampil lebih unggul di final, mereka adalah juara yang adil, dan kini kami hanya perlu menikmati apa yang telah kami bangun selama delapan tahun terakhir. Ini adalah proses yang spektakuler, sebuah kehormatan bisa menjadi bagian di dalamnya," tegas Paredes.
Proses Penyembuhan Luka dan Sinyal Perombakan Skuad
Paredes tak menampik bahwa kekalahan di partai puncak menyisakan luka mendalam yang tidak mudah disembuhkan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Real Madrid Siap Lepas Bintang Prancis Ini demi Mendaratkan Rodri Usai Piala Dunia 2026!
"Akan butuh proses yang panjang untuk meresapi apa yang telah kami lewati. Meskipun kami mencapai hal-hal besar, kehilangan gelar juara dunia di partai final akan terasa menyakitkan untuk waktu yang sangat lama karena kami sudah begitu dekat. Tapi kami tetap harus bersyukur, tidak mudah mempertahankan level permainan dalam jangka waktu lama. Meski gagal di final, masyarakat Argentina tetap merasa diwakili oleh perjuangan kami, dan itu sangat membanggakan," tuturnya.
Namun, bagian paling mengejutkan datang ketika ia menyinggung masa depan kapten Lionel Messi dan pelatih Lionel Scaloni di Timnas Argentina. Paredes mengindikasikan bahwa generasi emas ini mungkin berada di ambang perpisahan.
"Bagi banyak pemain, ini adalah momen untuk mempertimbangkan keputusan apakah akan lanjut atau tidak. Ini telah menjadi perjalanan yang indah dan spektakuler, kami mencapai hal-hal penting. Namun, akan sangat sulit untuk mempertahankan level tinggi ini agar kelompok ini terus berfungsi dengan cara yang sama. Banyak hal yang harus ditimbang, kami perlu berbicara dengan pelatih, dan mengambil keputusan dengan kepala dingin," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh