Radar Jember - Gelandang Spanyol, Gavi, justru secara mengejutkan meminta FIFA agar tidak menjatuhi sanksi kepada Leandro Paredes menyusul insiden pembantingan dirinya selepas laga pamungkas Piala Dunia 2026.
Menurutnya, letupan emosi tersebut merupakan hal lumrah dalam sebuah pertandingan bertensi tinggi.
Spanyol resmi mentahbiskan diri sebagai kampiun Piala Dunia 2026 usai membekuk juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB.
Baca Juga: Sekadar Info! Ayah Lamine Yamal Ternyata Kelahiran 1992, Yang Seumuran Sudah Merasa Tua?
Gol penentu kemenangan La Furia Roja dicetak oleh Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, kericuhan antarpemain tak terelakkan di lapangan.
Gavi menjadi korban tindakan kasar ketika dirinya dibanting oleh Paredes saat berniat melerai perselisihan antara gelandang Argentina itu dengan Eric Garcia.
Gavi sejatinya hanya berniat menghampiri Paredes yang tengah mencekik Garcia. Namun, pemain Barcelona tersebut justru langsung dihempaskan ke tanah oleh pilar Boca Juniors tersebut.
Rompi cadangan yang dikenakan Gavi bahkan sampai robek akibat ditarik paksa.
Meski terbebas dari kartu saat insiden terjadi, Paredes dilaporkan masih berpotensi terkena sanksi susulan karena FIFA berencana menggelar investigasi terhadap gelandang berusia 32 tahun itu.
Kendati demikian, pemuda berusia 20 tahun itu malah enggan melihat Paredes dijatuhi hukuman tambahan. Gavi beranggapan bahwa gesekan semacam itu merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika sepak bola.
Baca Juga: Era Baru Les Bleus Dimulai! Fabrizio Romano Bocorkan Zinedine Zidane Resmi Teken Kontrak Hingga 2030
"Tidak, tidak. Sejujurnya, saya rasa mereka tidak seharusnya hukum. Saya mengerti itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi saya pikir ada juga sisi sepak bola yang sedikit lebih agresif," kata Gavi dilansir dari Cope.
"Mungkin hal yang paling logis bagi saya adalah mengusirnya selama pertandingan dan itu saja. Tetapi seperti yang saya katakan, pada akhirnya saya pikir itu semua wajar di sepak bola dan harus selalu seperti itu," jelasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh