Sekadar Info! Ayah Lamine Yamal Ternyata Kelahiran 1992, Yang Seumuran Sudah Merasa Tua?

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:43 WIB
Lamine Yamal dan ayahnya yang hanya terpaut usia 15 tahun, Mounir Nasraoui. (hustle_hard_304)
Lamine Yamal dan ayahnya yang hanya terpaut usia 15 tahun, Mounir Nasraoui. (hustle_hard_304)

Radar Jember - Keberhasilan membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 kian melejitkan nama Lamine Yamal.

Publik tak hanya mengagumi prestasinya sebagai pesepak bola termuda yang sanggup merengkuh dua trofi mayor—Euro 2024 dan Piala Dunia 2026—di usia belia, namun juga mulai menaruh perhatian pada kehidupan keluarganya.

Sosok sang adik, Keyne Yamal, sering kali diajak wonderkid Barcelona tersebut untuk menyaksikan laga secara langsung hingga dibawa turun ke lapangan.

Baca Juga: Efek Meledak Piala Dunia 2026! Direksi Real Madrid Ngamuk Desak Florentino Pérez Beli Rodri dari Manchester City!

Di sisi lain, sang ayah, Mounir Nasraoui, mendadak jadi bahan perbincangan usai absen pada laga krusial final Piala Dunia 2026.  Penampilan fisik Nasraoui yang tampak begitu muda juga memicu rasa penasaran warganet, sebelum akhirnya terungkap bahwa selisih usia Mounir dan Lamine hanya berjarak 15 tahun.

Menanggapi sorotan publik terhadap latar belakang keluarganya, profil Mounir Nasraoui pun mulai terkuak. Pria kelahiran Larache, Maroko Utara, pada 1992 ini merantau ke Spanyol saat baru berusia 9 tahun.

Sang ibu—alias nenek Lamine Yamal—bekerja membanting tulang mengumpulkan uang demi memboyong Nasraoui menyusulnya ke Mataró, sebuah kota kecil di wilayah Katalunya, Spanyol, agar memperoleh kehidupan yang lebih layak.

Lamine Yamal dalam beberapa kesempatan sering membagikan kisah perjuangan nenek dan ayahnya ini sebagai pelecut semangat dalam meniti karier.

Baca Juga: Kocak! FIFA Diduga Crop Foto Donald Trump di Perayaan Piala Dunia 2026, Akun Resmi Gedung Putih Malah Unggah Foto Ini!

Beranjak dewasa, Mounir Nasraoui melakoni pekerjaan sebagai tukang cat bangunan di Spanyol. Ia kemudian berkenalan dan mengikat janji suci dengan Sheila Ebana di usia belasan.

Sheila sendiri merupakan imigran asal Kota Bata, Guinea Khatulistiwa. Dari pernikahan tersebut, Sheila melahirkan Lamine Yamal pada 13 Juli 2007.

Menariknya, penamaan 'Lamine Yamal' diambil dari dua sosok yang pernah mengulurkan bantuan finansial saat keluarga ini berada dalam masa-masa sulit sebelum sang buah hati lahir.

Sewaktu Lamine Yamal lahir, Mounir baru berusia 15 tahun dan Sheila berumur 16 tahun—sebuah fakta yang kerap menjadi bahasan hangat publik hingga kini.

Ketika Lamine Yamal menginjak usia 5 tahun pada 2012, Mounir dan Sheila memutuskan untuk berpisah. Saat ini keduanya telah memiliki keluarga baru masing-masing.

Walau tak lagi bersama, mereka tetap solid memberikan dukungan penuh bagi sang putra. Sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan orang tuanya, Lamine Yamal bahkan memasang bendera asal negara ayah dan ibunya di sepatu bertandingnya.

Menjelang partai puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina lusa kemarin, Mounir Nasraoui mengonfirmasi bahwa dirinya tak bisa hadir langsung di stadion.

Nasraoui mengungkapkan bahwa ia dilarang melakukan perjalanan jauh ke Amerika Serikat lantaran penyakit epilepsi yang diidapnya sejak lama.

Baca Juga: Lionel Messi Memisahkan Diri dari Rombongan Skuad Argentina usai Final Piala Dunia 2026! Ada Apa?

Kondisi medis tersebut memaksanya mengonsumsi lima pil setiap hari guna mengontrol gejala kejang, sehingga penerbangan antarbenua dinilai sangat berisiko. Demi tak merepotkan siapa pun, termasuk Lamine Yamal, Mounir memilih untuk tetap tinggal di rumah.

"Saya bisa saja berada di sana saat ini, namun di bawah pengaruh stres atau emosi yang tinggi, saya bisa kejang tanpa disadari. Jadi, Anda harus memikirkan segala sesuatunya dengan matang," jelas Nasraoui kepada Mirror sebelum final Piala Dunia 2026.

"Sebelum bepergian, Anda harus memikirkan kondisi saya, kondisi Lamine, dan semua orang di sekitar kami. Saya tidak ingin berakhir dengan menyusahkan orang lain. Jadi, lebih baik tinggal di rumah dan menonton semua dari sini," tutupnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
juara piala dunia spanyol juara timnas spanyol lamine yamal