Radar Jember - FIFA secara resmi mengumumkan pembaruan peringkat dunia terbaru pada Senin, 20 Juli 2026, menyusul tuntasnya laga pamungkas Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.
Berdasarkan rilis tersebut, posisi Timnas Indonesia tercatat stagnan. Tim Garuda masih berada di urutan ke-118 dunia dengan raihan 1.157,14 poin, angka yang persis sama dengan perolehan mereka pada pembaruan 11 Juni 2026.
Kendati belum mampu merangkak naik, peringkat anak-anak asuh John Herdman ini tercatat masih lebih unggul ketimbang deretan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Resmi Usai! Terkuak Jadwal Reuni Bintang AC Milan di Milanello hingga Perth
Kendati demikian, Indonesia masih mengekor di belakang Thailand yang menduduki peringkat ke-94 dan Vietnam di urutan ke-99.
Di panggung global, sorotan utama tertuju pada pergeseran takhta di takhta tertinggi. Spanyol sukses merebut kembali predikat nomor satu dunia setelah mengamankan trofi Piala Dunia 2026 kedua mereka.
Keberhasilan La Furia Roja menundukkan Argentina melalui babak perpanjangan waktu di partai final melejitkan perolehan mereka menjadi 1.995,88 poin—rekor tertinggi yang pernah dicatatkan sebuah negara sejak FIFA mengadopsi sistem Elo pada 2018.
Skuad racikan Luis de la Fuente tersebut menjadi tak terkejar usai meraup tambahan 116,30 poin dari lima laga sejak fase 32 besar, termasuk donasi 30,27 poin tambahan dari gol tunggal Lamine Yamal dan kawan-kawan di laga puncak.
Baca Juga: Siapa Pemenang Sebenarnya Selain Spanyol? Melihat Tim-Tim yang Nilainya Melonjak Setelah Piala Dunia
Sebaliknya, Argentina harus ikhlas turun ke posisi kedua dengan 1.970,37 poin setelah takhta yang mereka kuasai sejak 11 Juni 2026 sirna akibat kegagalan mempertahankan gelar juara dunia.
Sementara itu, lonjakan paling fenomenal ditunjukkan oleh Norwegia. Tim yang diperkuat Erling Haaland ini meroket 12 tingkat ke posisi ke-19 dunia dengan 1.651,29 poin berkat penampilan memukau di Piala Dunia 2026.
Mereka sempat mendepak Pantai Gading dan Brasil di fase gugur sebelum dihentikan Inggris pada babak perempat final.
Gebrakan lain datang dari kawasan Afrika, di mana Maroko mengukir rekor bersejarah dengan menembus peringkat keenam dunia.
Capaian ini menjadi posisi tertinggi dalam sejarah sepak bola Maroko sekaligus menobatkan mereka sebagai tim Afrika berperingkat paling atas saat ini.
Pencapaian Singa Atlas terasa makin spektakuler mengingat sepuluh tahun lalu mereka masih terlempar dari 70 besar dunia. Kunci kebangkitan pesat ini tak lepas dari pengembangan pemain muda berkelanjutan serta optimalisasi bakat-bakat diaspora yang berkarier di Eropa.
Di sisi lain, nasib kontras dialami Tunisia dan Panama. Tunisia mengalami penurunan posisi secara drastis akibat performa mengecewakan di putaran final, sedangkan Panama tercatat sebagai salah satu tim dengan reduksi poin terbesar akibat deretan hasil buruk selama turnamen.
Baca Juga: Ruben Amorim Dibuat Takjub! Permata Muda Lorenzo Ossola Berpeluang Besar Tembus Skuad Utama AC Milan
Pihak FIFA menegaskan bahwa kalkulasi pembaruan ini menerapkan metode Model Elo yang telah berlaku sejak Agustus 2018, di mana kalkulasi bobot poin dipengaruhi oleh tingkat kekuatan lawan, status krusial pertandingan, hasil akhir, serta proyeksi laga sebelum bertanding.
Editor : Imron Hidayatullahh