RADAR JEMBER - Kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang memecahkan rekor jumlah penonton dan menghadirkan format baru dengan 48 peserta ternyata tidak sepenuhnya lepas dari sorotan.
Di balik kemeriahan turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu, Presiden FIFA Gianni Infantino justru menuai kritik tajam terkait tingginya jejak karbon yang dihasilkan dari perjalanan menggunakan jet pribadi selama kompetisi berlangsung.
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan Infantino menempuh perjalanan udara sejauh sekitar 59.281 mil atau lebih dari 95.400 kilometer selama 39 hari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Rekor Penonton Pecah, Format 48 Tim Terbukti Sukses Tarik Antusias Dunia
Jarak tersebut setara dengan mengelilingi bumi lebih dari dua kali dan ditempuh menggunakan pesawat pribadi Gulfstream G650 yang dioperasikan Qatar Airways.
Perjalanan intensif itu dilakukan agar Infantino dapat menghadiri sebanyak mungkin pertandingan.
Sepanjang turnamen, ia tercatat menyaksikan 44 dari total 104 pertandingan, mengunjungi seluruh stadion tuan rumah di tiga negara penyelenggara, bahkan beberapa kali menghadiri dua pertandingan dalam satu hari.
Di tengah pencapaian tersebut, organisasi lingkungan dan aktivis iklim mempertanyakan konsistensi FIFA dalam menjalankan komitmen keberlanjutan.
Kritik muncul karena penggunaan jet pribadi dinilai bertolak belakang dengan target FIFA untuk mengurangi emisi karbon sebesar 50 persen pada 2030 dan mencapai emisi nol bersih (net zero) pada 2040.
"Perjalanan udara Presiden FIFA selama Piala Dunia memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi komitmen organisasi terhadap agenda pengurangan emisi karbon," tulis Associated Press dalam laporannya pada 20 Juli 2026.
Kontroversi tersebut semakin mencuat karena Piala Dunia 2026 sendiri diperkirakan menjadi edisi dengan dampak lingkungan terbesar sepanjang sejarah.
Selain bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim, turnamen juga digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara dengan empat zona waktu berbeda.
Kondisi ini membuat kebutuhan perjalanan udara meningkat secara signifikan, baik bagi tim, ofisial, media, maupun suporter.
Media TalkSPORT melaporkan bahwa dalam satu hari saja, Infantino pernah menempuh perjalanan lebih dari 5.700 mil untuk berpindah dari satu lokasi pertandingan ke lokasi lainnya.
Total waktu terbangnya selama turnamen mencapai sekitar 115 jam, sehingga memicu kritik luas di media sosial maupun dari kelompok pemerhati lingkungan.
"Infantino menempuh hampir 60.000 mil penerbangan selama Piala Dunia 2026, memicu kritik karena dinilai bertentangan dengan komitmen lingkungan FIFA," tulis TalkSPORT dalam laporan yang dipublikasikan pada 21 Juli 2026.
Meski demikian, sejumlah pihak juga menilai tingginya mobilitas Presiden FIFA merupakan konsekuensi logis dari penyelenggaraan turnamen terbesar dalam sejarah.
Dengan format baru yang menghadirkan 104 pertandingan di wilayah geografis yang sangat luas, kehadiran pimpinan FIFA di berbagai stadion dianggap sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi dalam memastikan kelancaran kompetisi.
Namun, para pengamat menilai polemik tersebut menjadi pengingat bahwa kesuksesan olahraga global kini semakin sulit dipisahkan dari tuntutan terhadap praktik yang lebih ramah lingkungan.
Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi