RADAR JEMBER - Bursa transfer musim panas Inter Milan masih jauh dari kata selesai.
Memasuki pertengahan Juli, manajemen Nerazzurri masih dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari melepas pemain yang tidak masuk rencana hingga mendatangkan sosok yang benar-benar dibutuhkan oleh tim asuhan Cristian Chivu.
Salah satu nama yang terus dikaitkan dengan Inter Milan adalah Curtis Jones.
Baca Juga: Gazzetta Bocorkan Angka Fantastis: Inter Milan Pagari El Toro dengan Label Harga Selangit
Gelandang Liverpool tersebut sudah lama masuk radar klub asal Kota Milan itu.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan peluang transfer semakin mengecil karena banderol yang dipasang Liverpool dinilai terlalu tinggi.
Dalam situasi saat ini, mundur dari perburuan Jones justru bisa menjadi keputusan yang paling masuk akal.
Laporan terbaru menyebut Liverpool membanderol Curtis Jones dengan nilai setidaknya 45 juta euro, meski kontraknya mendekati masa akhir.
Angka tersebut dianggap terlalu mahal jika melihat kondisi skuad Inter saat ini.
Nerazzurri memang mengagumi kualitas gelandang berusia 25 tahun itu, tetapi investasi sebesar itu dinilai kurang tepat apabila melihat kebutuhan tim secara keseluruhan.
Baca Juga: Siap Amankan Lini Belakang, AC Milan Berpeluang Angkut Bintang Bologna dengan Harga Segini
Bukan berarti Jones tidak memiliki kualitas. Justru sebaliknya, ia merupakan gelandang serbabisa dengan teknik, visi bermain, dan pengalaman di level tertinggi.
Namun, dalam dunia transfer, kualitas pemain harus diseimbangkan dengan prioritas kebutuhan klub.
Menurut L’interista, alasan utama mengapa Inter tidak perlu memaksakan transfer Curtis Jones adalah kondisi lini tengah mereka yang sudah sangat penuh.
Saat ini, Nerazzurri memiliki lebih dari sembilan gelandang yang bersaing memperebutkan hanya tiga posisi inti.
Beberapa pemain bahkan masih berstatus surplus dalam skuad, termasuk Kristjan Asllani dan Davide Frattesi, yang masa depannya masih menjadi bahan pembahasan di bursa transfer.
Selain itu, masih ada tanda tanya mengenai perkembangan pemain muda seperti Massolin.
Dengan situasi tersebut, mendatangkan satu gelandang lagi tanpa lebih dahulu mengurangi jumlah pemain hanya akan memperumit persaingan dan menambah beban anggaran klub.
Editor : M. Ainul Budi