RADAR JEMBER - Di tengah gempuran industri sepak bola modern yang kian dikendalikan oleh kekuatan uang, megabintang asal Argentina, Paulo Dybala, hadir memberikan sebuah anomali yang luar biasa.
Sang penyerang jenius baru saja membuktikan kepada dunia bahwa kecintaan serta gairahnya pada si kulit bundar jauh lebih besar ketimbang tumpukan materi.
Demi bisa terus mengenakan seragam kebesaran Giallorossi dan merasakan atmosfer magis kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions, Dybala dilaporkan rela menerima kebijakan pemotongan gaji yang sangat drastis, yakni mencapai angka 60%.
Baca Juga: Ogah Buang Uang Triliunan, Inter Milan Pilih Andalkan Aset Sendiri untuk Musim Depan!
Rela Kehilangan Jutaan Euro
Dalam kesepakatan kontrak baru berdurasi satu tahun yang baru saja ditandatanganinya, nominal pendapatan Dybala mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Gaji sang pemain yang sebelumnya berada di angka €6,5 juta (sekitar Rp113 miliar) kini merosot tajam menjadi hanya €2,5 juta (sekitar Rp43 miliar) per musim.
Langkah berani ini bukanlah kali pertama diambil oleh mantan pemain Juventus tersebut.
Pada musim lalu, Dybala juga sempat menjadi buah bibir setelah dengan tegas menolak tawaran kontrak bernilai selangit yang menggiurkan dari klub kaya raya Arab Saudi. Ia dengan sadar memilih untuk terus memeras keringat dan bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Baca Juga: Bukan Uang, Ini Alasan Menyentuh Luka Modric Pilih Setia Bersama AC Milan hingga Musim Depan
Simbol Loyalitas di Era Modern
Keputusan mengejutkan Dybala ini langsung memicu decak kagum dari berbagai penjuru dunia.
Di era ketika mayoritas pesepak bola profesional berlomba-lomba mengejar kontrak terbesar dan berpindah klub demi uang, keputusan Dybala justru menjadi oase yang menyejukkan.
Editor : M. Ainul Budi