Radar Jember – Sebuah cerita luar biasa dari masa lalu siap mencapai puncaknya di partai puncak Piala Dunia 2026.
Lamine Yamal, winger muda andalan Timnas Spanyol, akhirnya mewujudkan impiannya untuk berhadapan langsung dengan sang idola sekaligus legenda hidup Argentina, Lionel Messi, di laga final.
Pertemuan ini seolah menjadi lingkaran takdir yang sempurna setelah keduanya gagal bertarung di ajang Finalissima, beberapa waktu lalu.
Publik tentu belum lupa dengan foto legendaris rilisan tahun 2008 untuk kalender amal Barcelona, yang memperlihatkan momen unik saat Messi memandikan Yamal ketika masih bayi.
Foto yang sempat viral pada tahun 2024 saat Yamal bersinar di Euro Jerman itu, kini menjadi kenyataan di atas lapangan hijau 19 tahun kemudian.
Joan Monfort, fotografer yang mengabadikan momen langka tersebut, bahkan mengaku tidak ada nominal uang yang bisa membayar nilai dari jepretan bersejarah itu.
Monfort mengisahkan bahwa bertemunya Messi dan Yamal kala itu murni karena faktor kebetulan melalui undian bayi di kawasan Rocafonda, Mataró.
Baca Juga: Desakan Investigasi IOC Bayangi Kepemimpinan Gianni Infantino di Tengah Kontroversi Piala Dunia 2026
“Ada momen ketika Messi muncul dan bertemu dengan bayi tersebut. Messi baru berusia 20 tahun, sementara si bayi berumur 8 bulan. Itu mungkin bayi pertama yang pernah digendong Leo, jadi interaksi di antara keduanya sempat terasa canggung,” kenang Monfort mengenai proses di balik layar foto tersebut.
Misi Berbeda Dua Generasi di MetLife Stadium
Laga final membara yang akan digelar di MetLife Stadium, Nueva Jersey, akhir pekan ini bakal menyajikan kontras performa dari kedua bintang utama.
Lionel Messi datang memimpin skuad Albiceleste dengan status mentereng sebagai top skor sementara turnamen lewat koleksi delapan gol.
Megabintang Inter Miami itu membuktikan dirinya belum habis dan bertekad memberikan kado perpisahan manis berupa trofi Piala Dunia keduanya untuk Argentina.
Di kubu seberang, Lamine Yamal akan memikul beban berat sebagai tumpuan utama La Furia Roja.
Performa Yamal sepanjang turnamen di Amerika Serikat ini sebenarnya dinilai belum mencapai standar terbaiknya seperti saat berseragam Barcelona, dengan baru mengemas satu gol ke gawang Arab Saudi.
Kendati demikian, ia tetap dipandang sebagai ancaman nyata. Laga esok akan menjadi pembuktian pertama bagi Yamal untuk menantang legenda di panggung terbesar demi merengkuh trofi Piala Dunia pertamanya.
Editor : Imron Hidayatullahh