RADAR JEMBER - Kontroversi yang melibatkan Presiden FIFA Gianni Infantino terus berkembang setelah organisasi hak asasi manusia FairSquare mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Pengaduan tersebut meminta IOC menyelidiki dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik yang dilakukan Infantino dalam penanganan kasus penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Sorotan terhadap FIFA muncul setelah hukuman larangan bermain satu pertandingan yang sebelumnya dijatuhkan kepada Balogun dibatalkan, sehingga pemain tersebut tetap bisa tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Keputusan itu menuai perdebatan karena muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah berbicara langsung dengan Gianni Infantino mengenai kasus tersebut.
FairSquare menilai rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai independensi FIFA dalam mengambil keputusan.
Dalam pernyataan resminya pada 15 Juli 26, FairSquare menyatakan, "Gianni Infantino telah berulang kali melanggar aturan IOC mengenai netralitas politik dengan menawarkan dukungan politiknya kepada Presiden Amerika Serikat."
Pernyataan itu menjadi dasar organisasi tersebut meminta IOC melakukan penyelidikan terhadap peran Infantino.
Di sisi lain, FIFA membantah adanya campur tangan Presiden FIFA dalam perubahan keputusan tersebut.
Dalam keterangan resminya pada 15 Juli 2026, FIFA menegaskan, "Keputusan mengenai penangguhan hukuman Balogun merupakan keputusan independen Komite Disiplin FIFA."
FIFA juga menyebut seluruh proses disipliner dilakukan sesuai regulasi yang berlaku tanpa intervensi pihak mana pun.
Meski demikian, kontroversi belum mereda. Sejumlah pihak menilai kasus ini berpotensi mencederai prinsip independensi organisasi sepak bola dunia.
Desakan agar dilakukan investigasi juga datang dari berbagai kalangan di Eropa yang meminta FIFA memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan perubahan keputusan terhadap Balogun.
Menanggapi laporan tersebut, IOC belum memastikan apakah akan membuka penyelidikan resmi.
Namun, dalam keterangannya pada 15 Juli 2026, Presiden IOC Kirsty Coventry menyampaikan bahwa, "IOC akan memproses setiap pengaduan yang diterima sesuai mekanisme yang berlaku."
Pernyataan tersebut membuka peluang bahwa laporan terhadap Gianni Infantino akan melalui proses penelaahan sebelum diputuskan apakah layak ditindaklanjuti.
Apabila penyelidikan resmi benar-benar dilakukan, kasus ini dapat menjadi ujian penting bagi komitmen FIFA dan IOC dalam menjaga prinsip netralitas politik serta transparansi tata kelola organisasi olahraga internasional.
Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi