RADAR JEMBER - Polemik mengenai kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola internasional.
Kali ini, sorotan muncul setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerima permintaan investigasi terkait dugaan campur tangan Infantino dalam keputusan pencabutan hukuman penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat Piala Dunia 2026.
Permintaan investigasi diajukan oleh organisasi advokasi FairSquare.
Mereka menilai keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi Balogun menimbulkan pertanyaan mengenai independensi proses disipliner serta membuka dugaan adanya pengaruh politik dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Jember Tidak Dilewati Tol, Untung atau Rugi? Ini Peluang dan Ancamannya
Kontroversi bermula setelah Balogun menerima kartu merah langsung pada pertandingan Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina pada 1 Juli 2026.
Sesuai regulasi FIFA, hukuman tersebut membuat sang pemain harus menjalani larangan bertanding pada laga berikutnya.
Namun, beberapa hari kemudian FIFA mengumumkan bahwa hukuman itu ditangguhkan selama satu tahun masa percobaan sehingga Balogun tetap dapat tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia.
Keputusan tersebut memicu perdebatan karena dinilai tidak disertai penjelasan rinci mengenai dasar pertimbangannya.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku telah menghubungi Gianni Infantino untuk meminta agar kasus Balogun ditinjau kembali.
Menanggapi tudingan tersebut, Infantino menegaskan bahwa dirinya tidak mencampuri proses pengambilan keputusan.
"Komite yudisial FIFA bekerja secara independen. Independensi mereka merupakan bagian penting dari kredibilitas dan integritas sepak bola," kata Gianni Infantino pada 6/7/2026.
Sementara itu, FairSquare berpendapat bahwa peristiwa tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh karena menyangkut prinsip netralitas politik yang juga mengikat Infantino sebagai anggota IOC.
"Kami meminta IOC menyelidiki apakah terdapat pelanggaran terhadap prinsip netralitas politik dalam proses pengambilan keputusan tersebut," ujar FairSquare dalam pengaduannya pada 15/7/2026.
Selain perkara Balogun, FairSquare juga menyoroti sejumlah tindakan Infantino yang dinilai terlalu dekat dengan kepentingan politik, termasuk hubungan publiknya dengan Presiden Donald Trump.
Organisasi tersebut menilai dugaan tersebut perlu diperiksa demi menjaga independensi lembaga olahraga internasional.
Hingga 15 Juli 2026, baik FIFA maupun Komite Olimpiade Internasional (IOC) belum mengumumkan keputusan mengenai apakah penyelidikan resmi akan dilakukan.
Namun, desakan investigasi ini menambah tekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 dan kembali memunculkan perdebatan mengenai pentingnya menjaga netralitas politik dalam tata kelola sepak bola dunia.
Penulis: Moch. Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi