RADAR JEMBER - Teka-teki mengenai bagaimana taktik yang akan diusung pelatih baru AC Milan, Ruben Amorim, untuk memaksimalkan potensi skuadnya mulai menemui titik terang.
Fokus utama sang pelatih kini tertuju pada lini pertahanan, khususnya dalam mengoptimalkan gaya bermain agresif dan spartan milik bek tangguh mereka, Strahinja Pavlovic.
Rasa penasaran seputar Pavlovic ini sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kualitas permainannya yang telah ia tunjukkan secara konsisten sepanjang musim lalu.
Baca Juga: Opsi Murah Tapi Mematikan: Ruben Amorim Desak AC Milan Bajak Bintang Sporting CP Senilai €30 Juta
Hal ini juga bukan tentang masa depannya, mengingat tidak ada obrolan mengenai kepergiannya dalam waktu dekat atau tawaran yang masuk dari klub peminat.
Sebaliknya, misteri ini justru berpusat pada satu pertanyaan kunci mengenai apakah pelatih baru Ruben Amorim mampu memanfaatkan kekuatan terbesar Pavlovic tanpa harus meninggalkan prinsip taktiknya sendiri.
Namun, kebiasaan Pavlovic dalam menggiring bola ke depan dinilai tidak secara alami cocok dengan sistem permainan Amorim semasa melatih Sporting CP.
Secara lebih spesifik, bek asal Serbia itu sering berlari keluar dari garis pertahanan dengan membawa bola alih-alih melepaskan umpan terobosan antar lini.
Baca Juga: Trigoria Membara! Sinyal Positif Transfer Diego Moreira ke AS Roma Kini Berubah Jadi Kenyataan
Di bawah asuhan Massimiliano Allegri, kita sering melihat Pavlovic hampir menjadi penyerang tambahan yang ikut maju untuk terlibat dalam serangan atau bahkan mencetak gol penentu.
Lantas, bagaimana cara Amorim memaksimalkan kemampuan menggiring bola para bek tengahnya ini tanpa mengorbankan prinsip dasarnya?
Jawabannya ternyata bisa diwujudkan melalui penyesuaian taktik yang sangat sederhana, yakni melalui rotasi posisi para pemain di atas lapangan.
Pertahanan pasif Amorim pada dasarnya dibangun di sekitar struktur 3+2 untuk melindungi tim dari potensi bahaya serangan balik.
Lebih jauh ke depan, Christian Pulisic bisa bergerak melebar untuk menjepit dan menyeret bek sayap lawan bersamanya guna membuka ruang paruh kiri.
Alexis Saelemaekers kemudian dapat berotasi ke dalam bersama Adrien Rabiot untuk membentuk poros ganda demi mempertahankan keunggulan jumlah pemain di lini tengah.
Editor : M. Ainul Budi