RADAR JEMBER - Tanggal 15 Juli 2026 menjadi momen penting bagi masa depan Jhon Lucumì. Klausul pelepasan senilai 28 juta euro dalam kontrak bek Bologna tersebut resmi berakhir, membuka peluang bagi klub-klub peminat untuk melakukan negosiasi langsung dengan Rossoblù.
Menurut laporan Il Resto del Carlino, tidak ada klub yang memilih mengaktifkan klausul tersebut sebelum batas waktu berakhir.
Situasi ini justru menjadi keuntungan bagi para peminat, terutama Inter Milan dan Juventus, yang berharap bisa mendapatkan harga lebih rendah untuk pemain asal Kolombia itu.
Lucumì sendiri diperkirakan akan meninggalkan Bologna pada musim panas ini.
Setelah tampil bersama Kolombia di Piala Dunia 2026, sang bek kini tengah menikmati masa liburan sambil menunggu keputusan mengenai klub barunya.
Inter Milan dan Juventus Sama-Sama Membutuhkan Bek Berkualitas
Persaingan mendapatkan Lucumì dipastikan menarik karena dua raksasa Serie A memiliki alasan kuat untuk merekrutnya.
Juventus Gunakan Dana dari Transfer Muharemovic
Di Turin, Juventus turut mendapat keuntungan finansial setelah Sassuolo melepas Tarik Muharemovic ke Leeds United.
Dari transfer tersebut, Bianconeri diperkirakan akan mendapatkan pemasukan sekitar 20 juta euro, yaitu setengah dari nilai penjualan Sassuolo kepada Leeds sesuai kesepakatan sebelumnya.
Dana tersebut bisa menjadi modal Juventus untuk mengejar Lucumì. Klub asuhan Luciano Spalletti itu menilai Lucumì sebagai profil ideal untuk memperkuat pertahanan.
Juventus akan mencoba membuka negosiasi di angka 20-22 juta euro, kemungkinan dengan memasukkan pemain sebagai bagian dari kesepakatan.
Sementara itu, Inter Milan juga masuk dalam perburuan serius.
Nerazzurri sebenarnya memiliki beberapa target untuk posisi bek tengah, salah satunya adalah Trevoh Chalobah dari Chelsea.
Namun harga yang diminta The Blues, sekitar 35 juta euro, dianggap terlalu tinggi oleh manajemen Inter Milan.
Situasi tersebut membuat Inter mulai mengalihkan perhatian kepada Lucumì, yang dianggap memiliki kualitas, pengalaman Serie A, serta harga yang lebih realistis.
Meski fokus utama Inter saat ini adalah memperkuat sektor sayap kanan, kebutuhan akan bek tengah baru tetap menjadi prioritas.
Editor : M. Ainul Budi