RADAR JEMBER - Kehilangan bek andalan Arsenal Saliba tersebut pada menit ke-30 mengekspos beberapa celah krusial dalam sistem pertahanan tim asuhan Didier Deschamps:
1. Hilangnya Komando dan Soliditas Lini BelakangSebelum Saliba ditarik keluar, lini pertahanan Prancis sangat kokoh dan belum pernah kebobolan satu gol pun dari situasi open play selama fase gugur.
Begitu Saliba keluar sambil memegangi punggung bawahnya, koordinasi pertahanan Prancis langsung limbung.
Penggantinya, Maxence Lacroix, yang baru mencatatkan caps keenamnya, belum memiliki kematangan taktis dan ketenangan yang sama untuk mengomandoi lini belakang dalam laga sebesar semifinal Piala Dunia.
2. Rapuhnya Sisi Kiri dan Ketidaksinkronan Duet Bek TengahSaliba memiliki kemitraan yang sangat solid dengan Dayot Upamecano. Ketika duet ini pecah, Spanyol dengan cerdik mengeksploitasi kepanikan lini belakang Prancis.
Celah ini diawali oleh pelanggaran ceroboh Lucas Digne terhadap Lamine Yamal yang berbuah penalti pertama, dan diperparah saat Pedro Porro mencetak gol kedua setelah mengacak-acak koordinasi pertahanan Prancis yang telanjur kehilangan jangkar utamanya.
Baca Juga: Ogah Bertahan Lagi! Striker Tajam Swedia Alexander Isak Beri Kode Keras Ingin Membelot ke Barcelona!
3. Penurunan Drastis Kemampuan Antisipasi Bola Atas dan TackleSaliba dikenal sebagai salah satu pembaca permainan terbaik dunia yang tangguh dalam duel udara maupun darat.
Tanpa kehadirannya, lini tengah Spanyol yang dikomandoi Rodri dan Fabian Ruiz dengan sangat mudah mendominasi wilayah tengah dan mengirimkan umpan-umpan pendek cepat yang menusuk langsung ke jantung pertahanan Prancis.
Kekalahan ini sekaligus menandai akhir dari era Didier Deschamps yang memang telah menjadwalkan mundur dari kursi pelatih Prancis setelah turnamen ini berakhir.
Editor : M. Ainul Budi