Radar Jember – Menjelang bentrokan panas babak semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7/2026), sosok Lionel Messi dipastikan bakal menjadi momok paling menakutkan bagi lini pertahanan The Three Lions.
Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, faktor umur terbukti sama sekali bukan halangan bagi pemain berjuluk La Pulga tersebut untuk terus mendominasi kompetisi.
Mantan bintang Barcelona yang kini merumput bersama Inter Miami itu tampil luar biasa 'menggendong' langkah La Albiceleste hingga menembus babak empat besar demi mempertahankan takhta juara dunia.
Sejauh ini, Messi sukses bertengger di puncak daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol—bersanding ketat dengan Kylian Mbappe—ditambah sumbangan dua assist.
Pengakuan Jujur Mantan Rekan Setim
Melihat performa impresif tersebut, meredam pergerakan Messi dipastikan bakal menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi barisan belakang Inggris.
Mantan bek Timnas Argentina, Federico Fernandez, bahkan secara blak-blakan menyebut bahwa menjinakkan megabintang bertubuh mungil itu adalah misi yang mustahil.
Bukan tanpa alasan, pernyataan mantan pemain Newcastle United ini didasari oleh fakta sejarah di mana hampir tidak ada satu pun tim di dunia yang benar-benar sanggup mematikan kreativitas Messi sepanjang kariernya.
Menempel ketat Messi dengan strategi pengawalan khusus (man-marking) pun dinilai belum tentu bisa membuatnya mati kutu.
Fernandez mengenang kembali betapa frustrasinya barisan bek Tim Tango saat harus menghadapi magis Messi dalam sesi latihan internal tim nasional di masa lalu.
"Orang ini hanya butuh umpan dan kontrol yang bagus untuk membuat perbedaan. Bahkan jika Anda menempatkan pemain khusus untuk menjaganya," ujar Fernandez seperti dikutip dari TalkSport.
Saking sulitnya menghentikan pergerakan sang kapten, Fernandez mengaku sampai harus memohon kepada tim pelatih agar selalu ditempatkan satu kubu dengan Messi demi menghindari mimpi buruk di lapangan latihan.
"Semua orang telah mencoba segalanya untuk melawannya selama bertahun-tahun. Saya bahkan selalu meminta pelatih untuk mencoba menempatkan kami di tim yang sama sehingga saya tidak perlu menjaganya (saat latihan, Red)," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh