RADAR JEMBER - Peta politik sepak bola dunia dipastikan bakal memanas dalam waktu dekat. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sang petahana, Gianni Infantino, kini harus menghadapi tantangan berat untuk terpilih kembali sebagai Presiden FIFA untuk periode ketiga.
Gianni Infantino menghadapi tantangan untuk terpilih kembali sebagai Presiden FIFA untuk periode ketiga.
Pada awalnya, Ia berharap terpilih tanpa lawan dalam kongres pemilihan mendatang.
Namun, ambisi tersebut tampaknya tidak akan berjalan mulus lantaran kini muncul dorongan kuat dari federasi-federasi di bawah UEFA untuk mendukung kandidat lain guna meruntuhkan dominasi sang petahana.
Bocoran 3 Kandidat Kuat yang Siap Mengguncang Kursi Presiden
Berdasarkan dinamika internal yang berkembang di kubu Eropa, terdapat tiga nama bos besar yang kini mencuat dan dibahas secara intensif untuk menjadi penantang Infantino:
Aleksander Čeferin (Presiden UEFA): Sosok ini dinilai sebagai figur yang paling qualified untuk memimpin FIFA. Kendati demikian, Čeferin dikabarkan lebih memilih lanjut di UEFA dan secara personal tidak ingin head-to-head langsung dengan Infantino.
Nasser Al-Khelaifi (Presiden PSG): Tokoh berpengaruh asal Qatar ini mulai mendapat dukungan dari beberapa federasi UEFA (termasuk Belgia dan Polandia). Namun, kendala utamanya adalah ia tidak punya ambisi pribadi untuk jabatan tersebut dan butuh dorongan kuat agar bersedia maju.
Baca Juga: Gempar! Petisi 5 Juta Orang Tuntut Lionel Messi dan Argentina Diusir Paksa dari Piala Dunia 2026!
Dariusz Mioduski (Pemilik Legia Warsaw): Namanya kini mulai hangat dibahas di kalangan federasi Bosnia, Norwegia, Swedia, Jerman, dan Spanyol. Bahkan, Polandia siap memberikan dukungan penuh kepadanya jika Al-Khelaifi memutuskan mundur dari bursa pencalonan.
Meskipun blok Eropa mulai menyusun kekuatan penantang, posisi Infantino sejatinya tidak mudah untuk digoyahkan begitu saja. Rencana besar Infantino dalam memperluas kepesertaan Piala Dunia menjadi 64 tim serta peluncuran format baru Club World Cup terbukti mendapat dukungan kuat dari konfederasi CAF, CONCACAF, dan AFC.
Dengan solidnya dukungan dari luar Eropa tersebut, tampaknya akan sangat sulit bagi UEFA untuk menggalang oposisi yang cukup kuat demi menumbangkan posisi Infantino.
Editor : M. Ainul Budi