Radar Jember – Panggung Piala Dunia 2026 kini telah memasuki fase krusial dengan menyisakan empat pertandingan pamungkas.
Salah satu duel paling dinanti adalah babak semifinal yang mempertemukan kandidat kuat juara, Prancis, melawan kampiun Piala Eropa 2024, Spanyol.
Pertandingan sarat gengsi ini sekaligus menjadi misi balas dendam Les Bleus yang keok dalam dua pertemuan terakhir kontra La Furia Roja di Euro 2024 dan UEFA Nations League.
Untuk mengawal jalannya laga bertensi tinggi ini, FIFA resmi menunjuk wasit asal El Salvador, Ivan Barton, sebagai pengadil lapangan utama.
Barton akan memimpin jalannya bentrokan di AT&T Stadium, Arlington, pada Rabu (15/7/2026) dini hari nanti WIB.
Dalam menjalankan tugasnya, Barton akan disokong oleh kompatriotnya, David Moran, serta wasit asal Argentina, Antonio Pupiro, sebagai asisten wasit kedua.
Sementara itu, posisi ofisial keempat dan asisten wasit cadangan akan diisi oleh duo pengadil asal Swedia, Glenn Nyberg dan Mahbod Beigi.
Rekam Jejak Tegas Tanpa Kompromi di Piala Dunia 2026
Laga semifinal ini menjadi laga keempat yang dipimpin Barton sepanjang turnamen di Amerika Serikat ini.
Sebelumnya, ia sukses mengawal duel Turki vs Paraguay (0-1), Jepang vs Swedia (1-1), serta laga babak 16 besar antara Swiss vs Kolombia yang berakhir dramatis lewat babak adu penalti.
Sepanjang turnamen ini, Barton dikenal sangat tegas dengan total mengeluarkan 10 kartu kuning dan satu kartu merah.
Salah satu keputusan tegasnya yang mencuri perhatian dunia adalah saat mengusir bintang Paraguay, Miguel Almiron, dengan kartu merah langsung.
Almiron dihukum karena tertangkap basah berbicara dengan pemain lawan sambil menutup mulutnya saat berargumen.
Tindakan tegas Barton ini merujuk langsung pada regulasi baru FIFA yang melarang keras pemain menutup mulut saat melakukan konfrontasi verbal di atas lapangan.
Sempat Diwarnai Kontroversi Masa Lalu
Meski kepemimpinannya di Piala Dunia 2026 sejauh ini bersih dari kontroversi, wasit berusia 35 tahun ini sebenarnya memiliki rekam jejak yang sempat membuat suporter geram.
Momen itu terjadi pada November 2023 saat ia memimpin laga panas antara Meksiko kontra Honduras. Kala itu, Barton dituding berat sebelah setelah secara sepihak memperpanjang masa injury time yang semula hanya sembilan menit menjadi 12 menit.
Keputusan tersebut berujung fatal bagi Honduras karena Meksiko akhirnya sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-100.
Kendati sempat memicu amarah fans Honduras, kredibilitas Barton di level internasional tetap diakui oleh FIFA.
Piala Dunia 2026 bahkan menjadi edisi kedua beruntun bagi wasit asal El Salvador tersebut setelah sebelumnya juga sukses dipercaya memimpin tiga pertandingan pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Editor : Imron Hidayatullahh