RADAR JEMBER - Keretakan internal mulai muncul di dalam tim Inggris setelah kemenangan comeback mereka melawan Norwegia, yang mengamankan tempat mereka di semifinal Piala Dunia 2026.
Gelandang Jude Bellingham menjadi pahlawan bagi Inggris ketika ia mencetak kedua gol untuk membantu timnya mengalahkan Norwegia setelah perpanjangan waktu di Miami, AS, pada 12 Juli.
Namun, kegembiraan mencapai semifinal bagi 'Three Lions' dengan cepat dibayangi oleh pertengkaran publik antara gelandang Real Madrid dan manajernya, Thomas Tuchel.
Dalam wawancara pasca pertandingan dengan ITV, gelandang Bellingham diberitahu bahwa manajer Tuchel tidak senang dengan penampilan Inggris.
Bintang berusia 23 tahun itu kemudian melirik ke sekeliling dan menjawab singkat, "Terserah."
Gelandang Jude Bellingham angkat bicara menentang pernyataan manajer asal Jerman tersebut.
Reaksi itu muncul hanya beberapa menit setelah Tuchel secara blak-blakan mengkritik para pemainnya, meskipun Inggris baru saja memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026.
"Saya tidak senang dengan performa para pemain. Kami membuat pertandingan ini sangat sulit bagi diri kami sendiri," kata ahli strategi asal Jerman itu.
Pelatih Tuchel mengakui hasil tersebut bagus, tetapi berpendapat bahwa Inggris kurang cepat, melakukan banyak kesalahan teknis, dan gagal mempertahankan tekanan yang cukup secara konsisten.
"Kami mencapai semifinal, itu bagus sekali. Tapi kami tidak senang dengan cara kami bermain. Para pemain menunjukkan tekad, tetapi kami mempersulit diri sendiri. Kami ceroboh, melakukan banyak kesalahan teknis, tidak bermain cukup cepat, dan hari ini kami beruntung," tegasnya.
Ketika ditanya apakah tekanan pertandingan perempat final telah memengaruhi moral para pemain, Tuchel langsung membantah: “Ini bukan soal moral.Bagaimana Anda bisa bertanya tentang moral saat ini? Para pemain menunjukkan semangat yang luar biasa. Masalahnya terletak pada kualitas permainan, itu saja.”
Sebaliknya, pemain kunci Bellingham berpendapat bahwa kritik pelatih Tuchel tidak sepenuhnya mencerminkan intensitas pertandingan.
"Bermain di lapangan sungguh berat. Ini adalah pertandingan yang membutuhkan banyak energi," kata gelandang Inggris itu.
Ia kemudian menanggapi dengan lebih tegas: “Mungkin dia tidak mengerti betapa sulitnya bermain melawan Erling Haaland, Antonio Nusa, atau Alexander Sorloth. Norwegia bukanlah lawan yang mudah.”
Pahlawan Inggris itu juga berterima kasih kepada rekan-rekan setimnya atas semangat juang mereka di lapangan dan mendesak seluruh tim untuk menjaga suasana positif menjelang semifinal.
Editor : M. Ainul Budi