RADAR JEMBER - Inter Milan kembali menghadapi sorotan di luar lapangan setelah perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus hubungan antara sejumlah pemain dengan kelompok ultras Curva Nord.
Harian olahraga Italia Tuttosport menyebut situasi tersebut menjadi pukulan baru bagi klub, sekaligus mengganggu suasana di internal manajemen.
Menurut laporan tersebut, perkembangan terbaru berasal dari kesaksian Marco Ferdico, mantan tokoh Curva Nord yang kini bekerja sama dengan penyidik.
Dalam keterangannya kepada jaksa Milan, Ferdico kembali menyinggung hubungan sejumlah pemain Inter dengan para pemimpin kelompok ultras.
Tuttosport menulis bahwa Presiden Inter Giuseppe Marotta disebut tidak senang dengan munculnya kembali isu tersebut.
Marotta selama ini dikenal sangat memperhatikan perilaku para pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sorotan kali ini tertuju pada Federico Dimarco dan Hakan Çalhanoğlu, yang namanya kembali muncul dalam penyelidikan mengenai relasi dengan tokoh-tokoh Curva Nord.
Laporan itu juga mengaitkan perkara tersebut dengan rangkaian investigasi "Doppia Curva", yang mengungkap dugaan hubungan kelompok ultras Milan dan Inter dengan jaringan kriminal terorganisasi.
Dalam kasus terpisah yang telah diselesaikan sebelumnya, Çalhanoğlu diketahui menerima sanksi berupa larangan bermain satu pertandingan dan denda sebesar 30.000 euro setelah mengakui pelanggaran terhadap aturan olahraga terkait hubungan dengan kelompok suporter.
Namun, perkembangan terbaru yang berasal dari kesaksian Ferdico masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan belum menghasilkan putusan hukum baru.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi yang menyatakan Dimarco maupun pihak lain bersalah atas tuduhan yang muncul dalam kesaksian tersebut.
Oleh karena itu, seluruh pihak yang disebut tetap berada di bawah asas praduga tak bersalah sampai ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.