RADAR JEMBER - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan alasan mengapa Erling Haaland menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia usai Norwegia menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Menurut Ancelotti, kekuatan utama Haaland bukan hanya kecepatan atau fisiknya, melainkan kemampuan membaca momen yang tepat untuk menyerang.
"Ia tidak menghabiskan tenaga dengan mengejar setiap bola atau berduel dengan bek selama 90 menit. Ia mempelajari lawannya, menunggu, dan memahami dengan tepat kapan seorang bek kehilangan konsentrasi," kata Ancelotti, dilansir dari Al Jazera.
Ancelotti menjelaskan, ketika momen itu datang, Haaland mampu memanfaatkannya dalam hitungan detik.
"Lalu, dalam satu detik, dia sudah melesat," kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu menilai seorang bek bisa saja berhasil meredam Haaland hampir sepanjang pertandingan. Namun, menurutnya, pertandingan sepak bola sering kali ditentukan oleh satu momen penting.
Baca Juga: Portugal Hancur Lebur di Menit Akhir! Roberto Martinez Mundur Tapi Ogah Disebut Gagal!
"Anda bisa bertahan dengan sempurna melawannya selama 89 menit, tetapi sepak bola ditentukan oleh momen-momen tertentu, dan Haaland mungkin adalah pemain terbaik di dunia dalam mengenali momen-momen itu," ungkap pelatih asal Italia itu.
Karena itulah, Ancelotti memahami mengapa banyak bek merasa kesulitan menghadapi penyerang berusia 26 tahun tersebut.
"Itulah mengapa para bek sangat tidak suka bermain melawannya. Anda merasa sudah berhasil mengendalikannya sepanjang pertandingan, tetapi tiba-tiba dia sudah merayakan gol berikutnya," tuturnya menatap.
Editor : M. Ainul Budi