RADAR JEMBER - Setelah tiga tahun berturut-turut mencetak keuntungan, AC Milan akhirnya harus mencatatkan kerugian sebesar 25 juta Euro untuk pembukuan tahun finansial 2025/26.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul banyak anggapan bahwa Milan lebih memprioritaskan laporan keuntungan kas ketimbang peningkatan performa di atas lapangan hijau.
Kekecewaan publik San Siro tersebut semakin menguat pada musim panas lalu menyusul keputusan kontroversial klub untuk menjual gelandang andalan mereka, Tijjani Reijnders.
Pemain asal Belanda tersebut sejatinya baru saja memperbarui kontrak, namun terpaksa dijual tepat saat manajemen membutuhkan pemasukan demi mencatatkan keuntungan tahunan.
Melansir laporan terbaru dari Calcio e Finanza yang dilansir oleh MilanNews, kegagalan skuad Merah-Hitam untuk menembus kompetisi Liga Champions menjadi penyebab utama merosotnya pendapatan.
Kendati demikian, para penggemar tidak perlu merasa panik karena klub ditegaskan sama sekali tidak berada dalam bahaya berkat jaminan aset bersih senilai 199 juta Euro.
Editor : M. Ainul Budi