RADAR JEMBER - Mantan pemain Chelsea dan Inter Milan Ricardo Quaresma yakin Portugal membutuhkan pelatih dengan kepribadian yang cukup untuk membangkitkan generasi talenta saat ini setelah kekalahan mereka melawan Spanyol.
Ricardo Quaresma tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 oleh Spanyol .
Di LiveMode , mantan pemain internasional Portugal itu mengkritik keras pelatih Roberto Martinez, dan juga mempertanyakan semangat dan tanggung jawab para pemain.
“Bagi saya, semuanya buruk dari awal hingga akhir. Dalam setiap pertandingan, kita tidak bisa mengatakan bahwa Portugal bermain bagus, banyak menyerang, dan hanya kurang beruntung,” kata Quaresma.
“Martinez tidak pernah membuat saya terkesan. Sejak dia datang, saya belum pernah melihat tim ini memainkan pertandingan yang benar-benar hebat. Dia telah mencoba banyak taktik, tetapi tidak satu pun yang berhasil,” tegas Quaresma.
Baca Juga: VERSI WITA! Ini Dua Jadwal Sisa 16 Besar Piala Dunia Jam Versi WITA, Cek Bagan Terbarunya Juga
Pernyataan Quaresma secara langsung membahas paradoks besar yang dihadapi Portugal di Piala Dunia ini. Mereka memasuki turnamen dengan skuad yang dipuji sebagai salah satu generasi terbaik dalam sejarah, tetapi pulang dengan kekecewaan.
Bagi Quaresma, pertanyaan "terbaik sepanjang masa?" adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan secara serius oleh Portugal.
Mantan pemain internasional berusia 42 tahun itu percaya bahwa masalahnya bukan hanya kekalahan dari Spanyol. Yang lebih mengkhawatirkan adalah Portugal belum menunjukkan performa yang benar-benar meyakinkan sepanjang turnamen.
Mereka memiliki banyak bintang kelas atas, tetapi belum mampu membangun tim yang kuat seperti yang diharapkan.
Editor : M. Ainul Budi