RADAR JEMBER - Sebuah momen krusial di atas lapangan hijau terkadang bisa membalikkan semua prediksi di atas kertas.
Statistik menunjukkan Bruno Guimaraes lebih unggul, tetapi apa yang tampak seperti penalti teraman ternyata menjadi titik balik yang menyebabkan kekalahan Brasil asuhan Carlo Ancelotti melawan Norwegia.
Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan taktis di menit-menit krusial tersebut, namun Bruno Guimaraes bukanlah pilihan acak Carlo Ancelotti untuk titik penalti.
Baca Juga: Tak Mau Dikibuli FIFA! Federasi Prancis Juga Banding Kartu Kuning OIise
Sebaliknya, semua data selama setahun terakhir menunjukkan bahwa gelandang ini adalah pilihan paling logis ketika Brasil mendapatkan penalti dalam kekalahan 1-2 mereka melawan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada 6 Juli.
Keputusan Ancelotti sejatinya didasarkan pada rekam jejak yang cukup meyakinkan dari sang pemain di bawah tekanan.
Menurut statistik kariernya, Guimaraes hanya pernah mengambil 9 tendangan penalti. Ia berhasil mencetak gol sebanyak 7 kali dan hanya gagal dua kali, termasuk satu kali dalam adu penalti Piala FA 2026 untuk Newcastle dan satu kali lagi yang berhasil ditepis oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Baca Juga: SAH! Ronaldo Konfirmasi Piala Dunia 2026 Jadi yang Terakhir
Setelah pertandingan, Ancelotti mengungkapkan bahwa staf pelatih telah menyusun peringkat penendang penalti berdasarkan data statistik dari tahun lalu. Neymar berada di puncak daftar, diikuti oleh Igor Thiago, Raphinha, Bruno Guimaraes, dan kemudian Martinelli.
Ketika Neymar, Igor Thiago, dan Raphinha absen, Guimaraes menjadi pilihan utama.
Vinicius Junior juga menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pelatih asal Italia.
Striker asal Brasil itu menyatakan bahwa ia tidak menghindari tanggung jawab, dan menyatakan bahwa Guimaraes adalah pemain yang menurut staf pelatih lebih mampu tampil lebih baik pada saat itu.
Dilihat dari statistik, pilihan Ancelotti hampir tidak menimbulkan kontroversi. Namun, sepak bola selalu memiliki momen-momen di luar dugaan.
Tendangan Guimaraes ke sudut kanan gawang diselamatkan oleh Nyland, menciptakan titik balik dalam pertandingan. Brasil kemudian kalah 1-2 dan tersingkir di babak 16 besar.
Editor : M. Ainul Budi