Radar Jember - Langkah kontroversial FIFA yang membatalkan hukuman larangan bertanding bagi bomber Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kecaman.
Kali ini, kritik pedas datang dari arsitek Timnas Norwegia, Stale Solbakken. Pria berusia 58 tahun itu menilai keputusan tersebut sebagai blunder fatal yang berpotensi merusak integritas kompetisi serta menjadi preseden buruk bagi masa depan sepak bola dunia.
Folarin Balogun sebelumnya diganjar kartu merah langsung akibat melanggar Tarik Muharemovic saat Amerika Serikat membungkam Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar.
Sesuai regulasi, sanksi tersebut otomatis membuatnya absen di laga berikutnya. Namun, setelah adanya laporan komunikasi intens antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan pihak FIFA, badan sepak bola tertinggi itu melunak.
Komite Disiplin FIFA mengubah hukuman Balogun menjadi masa percobaan satu tahun, yang membuatnya bebas memperkuat AS kala bersua Belgia di babak 16 besar.
Kebijakan tidak biasa ini langsung memicu pergolakan. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) telah melayangkan protes resmi ke FIFA.
Tak ketinggalan, Solbakken pun ikut menyuarakan kekesalannya, meskipun tim asuhannya sendiri sudah aman melenggang ke perempat final usai mendepak Brasil.
Solbakken menegaskan bahwa jika armada Negeri Paman Sam berhasil melaju lebih jauh di turnamen ini, pencapaian mereka akan selalu dinodai oleh bayang-bayang kontroversi tersebut.
"Saya pikir itu adalah kesalahan besar dari FIFA. Saya rasa itu bukan keputusan yang tepat. Dia sudah mendapat kartu merah dan VAR juga menyimpulkan itu memang kartu merah. Dia dikeluarkan dari lapangan, yang berarti seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Yang benar-benar buruk dari situasi ini adalah seolah-olah hanya Amerika Serikat yang mendapatkan perlakuan seperti itu," ketusnya usai pertandingan.
Juru taktik asal Norwegia itu juga mempertanyakan standardisasi penegakan aturan FIFA di masa depan jika intervensi politik dengan mudahnya mengubah keputusan di lapangan hijau.
"Mungkin saja dia mencetak gol atau bermain dengan sangat baik, lalu Belgia tentu akan sangat marah. Bagaimana dengan kartu merah berikutnya? Apakah nanti ada cara untuk membatalkan kartu itu? Keputusan yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat buruk. Jika Amerika Serikat menang, kontroversi ini akan selalu membayangi mereka. Ini jelas tidak baik untuk olahraga sepak bola," tambah Solbakken.
Kritik tajam dari Solbakken kian memperpanjang daftar pihak yang memprotes FIFA. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan sedang mengkaji semua opsi hukum demi melindungi hak peserta dan menjaga marwah prinsip fair play sepanjang sisa turnamen akbar ini.
Editor : Imron Hidayatullahh