RADAR JEMBER - Jurnalis Italia Alfio Musmarra menyoroti perbedaan cara publik dan media menilai aktivitas transfer Inter Milan dibanding klub lain.
Pernyataan itu disampaikannya setelah AC Milan dikabarkan menggelontorkan sekitar 70 juta euro untuk merekrut striker Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain.
Dalam kanal YouTube-nya, Musmarra menilai Inter kerap mendapat kritik saat mengeluarkan dana besar, sementara klub lain justru dipuji atas langkah serupa.
"Yang membuat saya heran adalah ketika Inter melakukan transfer mahal, banyak yang mengatakan mereka membuang-buang uang. Namun, ketika klub lain melakukan hal yang sama, justru dianggap sebagai sinyal ambisi besar. Narasinya selalu berubah tergantung siapa yang berbelanja," ujar Musmarra.
Ia menambahkan bahwa setiap transfer seharusnya dinilai berdasarkan performa pemain di lapangan, bukan hanya dari besarnya nilai transfer atau identitas klub yang merekrutnya.
Musmarra juga menyinggung kondisi keuangan Inter dalam beberapa musim terakhir.
Menurutnya, Nerazzurri berhasil tetap kompetitif dengan pengeluaran yang terukur, bahkan mampu mencapai dua final Liga Champions melalui strategi transfer yang efisien.
"Inter telah bangkit melalui kerja keras tanpa menghabiskan uang sebanyak klub lain. Jika suatu hari mereka menginvestasikan 70 juta euro, dana itu harus digunakan untuk pemain yang benar-benar layak, pemain inti di klub maupun tim nasionalnya," tutup Musmarra.
Editor : M. Ainul Budi