RADAR JEMBER - Gelandang Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan memberi pernyataannya yang penuh emosi dan motivasi.
Dalam sebuah wawancara bersama kanal YouTube Pyunik, klub tempat ia memulai karier profesionalnya, pemain asal Armenia itu membuka kisah perjalanan panjangnya dari akademi hingga panggung elite Eropa.
Saat ini Mkhitaryan tengah menikmati masa liburan di Armenia sekaligus bernostalgia dengan klub yang membesarkan namanya.
Kembali ke Akar: Pyunik Jadi Tempat Penuh Kenangan
Baca Juga: Skuad Rp20 Triliun Jadi Ompong! Ini Penyebab Jerman Dipermalukan Tim Kuda Hitam Paraguay
Mkhitaryan mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali ke Pyunik, klub pertama yang memberinya fondasi dalam dunia sepak bola.
Ia mengenang momen ketika pertama kali datang bersama ibunya untuk mendaftar ke akademi.
“Saya telah menempuh perjalanan panjang dari sini hingga ke Inter. Ini adalah kebanggaan besar. Pyunik adalah klub pertama saya, tempat yang memberi saya segalanya,” ujarnya.
Bagi Mkhitaryan, Pyunik bukan sekadar klub, tetapi titik awal dari mimpi besar yang kini telah menjadi kenyataan.
“Banyak kenangan yang mengikat saya dengan tempat ini, seperti hari ketika saya datang bersama ibu saya untuk mendaftar ke akademi. Ini adalah klub pertama saya, tim yang memberi saya semua yang saya butuhkan. Ada dua jenis pemain muda: mereka yang bermimpi dan mereka yang benar-benar ingin mencapai tujuan besar,”
Perjalanan Panjang Penuh Tantangan
Sepanjang kariernya, Mkhitaryan telah bermain di berbagai klub besar Eropa, termasuk Borussia Dortmund, Manchester United, Arsenal, AS Roma, hingga kini Inter Milan.
Ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Ada momen-momen sulit yang sempat membuatnya ragu, namun tidak berlangsung lama.
“Ada beberapa kekecewaan, tapi hanya beberapa hari. Setelah itu saya selalu menemukan kekuatan untuk bangkit kembali,” ungkapnya.
Editor : M. Ainul Budi