RADAR JEMBER - Badai spekulasi mengejutkan kembali menerpa internal Chelsea terkait kebijakan transfer pemain mereka.
Manajemen The Blues dilaporkan tengah berada dalam situasi frustrasi dan mulai menyusun rencana ekstrem untuk meminimalkan kerugian finansial mereka terkait investasi besar yang gagal bersinar di Stamford Bridge.
Fokus utama manajemen kini tertuju pada masa depan mantan pemain sayap Manchester United yang sempat diboyong dengan mahar fantastis mencapai GBP 40 juta (sekitar Rp815 miliar).
Alih-alih menjadi mesin serangan yang mematikan, performa sang pemain yang jauh di bawah ekspektasi membuat Chelsea siap mengambil langkah tegas di bursa transfer demi menyelamatkan neraca keuangan klub.
“Ada kekhawatiran terkait cara dia meninggalkan Manchester United. Saya selalu suka menengok kembali periode mengapa dia meninggalkan Manchester United. Dia jelas-jelas menunjukkan bahwa dia ingin pergi dan ada [Erik] ten Hag yang memiliki sedikit masalah, lalu Ruben Amorim, dan semuanya menjadi campur aduk terkait Garnacho.
“Saya tidak berpikir, hanya dari cara dia bertindak, bahwa dia bertindak seperti seorang pemuda yang ingin tetap di Old Trafford, dan saya rasa dia menganggap rumput di tempat lain lebih hijau serta melihat peluang untuk pindah ke Chelsea.
Baca Juga: Ini Rekor Baru Mbappe di Piala Dunia 2026, Lewati Klose dan Muller
“Dan apa pun yang akita katakan, suka atau tidak suka orang, banyak pemain asing yang suka tinggal di London. Mereka memang begitu."
"Coba saja meyakinkan seorang pemain untuk pindah ke Sunderland atau Newcastle daripada ke London, di mana mereka bisa bepergian bebas masuk-keluar dan lebih dekat ke Prancis atau Spanyol. Tentu saja bisa dari Newcastle ke Spanyol dan Prancis, tapi rasanya berbeda. Mereka menganggapnya lebih nyaman."
Editor : M. Ainul Budi