Radar Jember – Timnas Belanda dipastikan menggunakan formasi 5-2-3 saat menghadapi Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Ronald Koeman memilih skema yang mengutamakan keseimbangan antara pertahanan kokoh dan serangan cepat melalui kedua sisi lapangan.
Lima pemain ditempatkan di lini belakang dengan Bart Verbruggen mengawal gawang.
Baca Juga: Sinyal Harga Pertamax Turun Pekan Depan? Ini Jawaban Menohok Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di DPR
Trio Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke, dan Nathan Aké menjadi tembok utama di jantung pertahanan.
Sementara Denzel Dumfries dan Micky van de Ven diplot sebagai wing-back yang memiliki tugas ganda, yakni membantu bertahan sekaligus aktif menyerang.
Di lini tengah, Koeman hanya memasang dua gelandang sentral, Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong.
Keduanya menjadi poros permainan Oranje. Frenkie bertugas mengatur tempo dan distribusi bola, sedangkan Gravenberch diberi kebebasan membawa bola serta membantu serangan dari lini kedua.
Sektor depan dihuni tiga pemain dengan karakter berbeda. Brian Brobbey dipercaya menjadi target man di kotak penalti.
Cody Gakpo beroperasi dari sisi kiri dengan kebiasaan melakukan cut inside, sedangkan Crysencio Summerville mengisi sisi kanan mengandalkan kecepatan untuk menusuk pertahanan lawan.
Secara taktik, formasi 5-2-3 milik Belanda akan berubah menjadi 3-4-3 ketika menguasai bola.
Dumfries dan Van de Ven akan naik sejajar dengan lini tengah sehingga memberi banyak pilihan serangan dari kedua sayap.
Pola ini menjadi salah satu kekuatan utama Belanda sepanjang turnamen.
Sebaliknya, Maroko datang dengan formasi 4-2-3-1. Bono tetap menjadi pilihan di bawah mistar, sedangkan Achraf Hakimi dan Noussair Mazraoui akan memberikan ancaman dari sisi sayap.
Baca Juga: Melihat Jejak Tradisi Penjamasan di Bondowoso, Merawat Pusaka, Menjaga Jejak Leluhur!
Brahim Diaz menjadi kreator serangan di belakang penyerang tunggal Ismael Saibari.
Duel di sektor sayap diperkirakan menjadi penentu pertandingan.
Dumfries akan berhadapan langsung dengan Mazraoui, sementara Gakpo dan Summerville dituntut memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan bek sayap Maroko ketika membantu serangan.
Baca Juga: Belanda Waspadai Kejutan Maroko, Tiket 16 Besar dan Duel Kontra Kanada Jadi Taruhan
Jika duel di area tersebut dimenangkan Belanda, peluang menciptakan banyak peluang terbuka lebar.
Di sisi lain, Maroko diprediksi mengandalkan transisi cepat begitu merebut bola.
Karena itu, disiplin tiga bek tengah Belanda dalam mengantisipasi serangan balik akan menjadi kunci.
Pertarungan taktik Ronald Koeman dengan pelatih Maroko diperkirakan menjadi salah satu duel strategi paling menarik pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. (dhi)
Editor : M ADHI SURYA