Radar Jember - Bagan 32 besar Piala Dunia 2026 yang telah dirilis FIFA mulai mengubah arah berbagai prediksi jelang fase gugur.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah ramalan ekonom asal Jerman, Joachim Klement, yang sebelumnya memprediksi Belanda akan bertemu Portugal di partai final.
Setelah bagan resmi diumumkan, skenario tersebut ternyata hampir mustahil terwujud.
Perubahan itu terlihat dari posisi kedua tim dalam bagan fase gugur.
Belanda dan Portugal berada di jalur yang sama menuju final.
Artinya, apabila sama-sama mampu melewati babak 32 besar, 16 besar, dan perempat final, keduanya justru akan saling berhadapan di semifinal, bukan di partai puncak.
Baca Juga: Brasil Bungkam Ramalan Joachim Klement, Jepang Gagal Ciptakan Kejutan
Kondisi tersebut membuat salah satu prediksi utama Joachim Klement otomatis sulit menjadi kenyataan.
Dalam simulasi yang dipublikasikannya sebelum fase gugur dimulai, Belanda diproyeksikan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Portugal di final.
Namun, bagan resmi FIFA menunjukkan kedua negara tidak mungkin bertemu di laga perebutan trofi jika tetap berada pada jalur saat ini.
Selain itu, prediksi Klement juga mulai kehilangan akurasi setelah Jepang gagal menciptakan kejutan.
Sebelumnya, ekonom asal Jerman tersebut memperkirakan Samurai Blue mampu menyingkirkan Brasil pada babak 32 besar.
Kenyataannya, Brasil berhasil menang 2-1 dan melaju ke babak 16 besar.
Meski demikian, sebagian prediksi Klement masih bertahan.
Baca Juga: Jepang Andalkan Duet Ito Hadapi Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026
Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris masih berpeluang melangkah jauh apabila mampu melewati lawan masing-masing.
Namun, jalur menuju semifinal kini menjadi tantangan sesungguhnya karena seluruh tim unggulan mulai saling berhadapan.
Bagan resmi FIFA memang kerap mengubah peta persaingan setelah fase grup berakhir.
Baca Juga: Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Seberapa Akurat Ramalan Joachim Klement?
Penempatan juara grup, runner-up, serta delapan tim peringkat ketiga terbaik membuat sejumlah negara unggulan berada dalam satu sisi bagan.
Akibatnya, beberapa duel besar harus terjadi lebih cepat sebelum partai final.
Situasi ini sekaligus menunjukkan bahwa simulasi yang dibuat sebelum bagan resmi ditetapkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Perubahan posisi tim setelah seluruh pertandingan fase grup selesai dapat menghasilkan jalur berbeda dari yang diperkirakan sebelumnya.
Kini perhatian publik tertuju pada perjalanan Belanda dan Portugal di fase gugur.
Meski keduanya masih berpeluang melangkah jauh, bagan 32 besar Piala Dunia 2026 memastikan satu hal: jika sama-sama terus menang, pertemuan mereka akan terjadi di semifinal.
Dengan demikian, final Belanda melawan Portugal seperti yang diprediksi Joachim Klement hampir dipastikan tidak akan terjadi. (dhi)
Editor : M ADHI SURYA