Radar Jember - Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jepang dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Houston Stadium, Selasa (30/6) dini hari WIB.
Hasil ini sekaligus mematahkan salah satu prediksi paling berani dari ekonom asal Jerman, Joachim Klement, yang sebelumnya memperkirakan Jepang mampu menyingkirkan tim Samba.
Sejak sebelum pertandingan, ramalan Klement menjadi perbincangan luas.
Baca Juga: Jepang Andalkan Duet Ito Hadapi Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026
Model statistik yang pernah sukses memprediksi juara Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022 itu justru menempatkan Jepang sebagai pemenang atas Brasil.
Prediksi tersebut dianggap mengejutkan karena Brasil datang sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara.
Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Brasil tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan mampu mengamankan kemenangan 2-1.
Baca Juga: Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Seberapa Akurat Ramalan Joachim Klement?
Meski Jepang beberapa kali memberikan tekanan, pengalaman serta kualitas individu pemain Brasil menjadi pembeda pada pertandingan tersebut.
Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjuangan Samurai Blue di Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Hajime Moriyasu sebenarnya tampil disiplin dan berani meladeni permainan Brasil, tetapi gagal menjaga konsistensi hingga peluit panjang berbunyi.
Bagi Brasil, kemenangan ini bukan hanya mengantar mereka ke babak 16 besar, tetapi juga menjaga status sebagai salah satu unggulan utama dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.
Tim Samba kini tinggal menunggu pemenang laga Pantai Gading melawan Norwegia untuk menentukan lawan berikutnya.
Hasil tersebut juga menjadi catatan bagi Joachim Klement.
Meski salah dalam memprediksi duel Brasil kontra Jepang, sejumlah proyeksi lain masih berpeluang menjadi kenyataan.
Tim-tim seperti Belanda, Portugal, Spanyol, dan Inggris yang diprediksi melaju jauh masih bertahan di turnamen.
Prediksi berbasis statistik memang kerap menarik perhatian karena mampu membaca tren dan probabilitas.
Namun, pertandingan sepak bola tetap sulit dipastikan. Faktor mental, efektivitas penyelesaian akhir, hingga momen krusial di lapangan sering kali membuat hasil akhir berbeda dari simulasi.
Baca Juga: Tak Pernah Kalah, Jepang Siap Ulangi Kejutan Saat Hadapi Brasil
Brasil kini terus menjaga asa meraih gelar juara dunia keenam.
Sementara itu, ramalan Joachim Klement mulai kehilangan satu keping penting setelah Jepang gagal mewujudkan skenario kejutan yang diprediksikannya di babak 32 besar. (dhi)
Editor : M ADHI SURYA