Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Tersentuh Kekalahan, Brasil Menapak Mulus Menuju Fase Gugur

M Adhi Surya • Senin, 29 Juni 2026 | 21:37 WIB
Ilustrasi Brasil VS Jepang
Ilustrasi Brasil VS Jepang

Radar Jember – Brasil belum menemukan lawan yang benar-benar mampu menghentikan lajunya di Piala Dunia 2026. 

Tim berjuluk Selecao itu menutup fase grup sebagai pemuncak Grup C dengan koleksi tujuh poin, hasil dari dua kemenangan dan satu kali imbang. 

Catatan tersebut menjadi modal berharga sebelum menghadapi Jepang pada babak 32 besar. 

Baca Juga: Hantu Oktober 2025 dan Misi Penebusan Dosa Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Perjalanan Brasil diawali dengan laga sulit menghadapi Maroko. 

Carlo Ancelotti yang baru menjalani turnamen besar pertamanya bersama tim nasional memilih pendekatan lebih hati-hati. 

Duel sengit itu berakhir sama kuat 1-1, tetapi hasil tersebut justru menjadi titik balik kebangkitan Brasil.

Baca Juga: KEJAR TERUS! Inter Milan Belum Menyerah Kejar Curtis Jones, Liverpool Diminta Turunkan Harga

Pada pertandingan kedua, Haiti menjadi korban keganasan Selecao. 

Brasil tampil jauh lebih agresif dan mengunci kemenangan telak 3-0. 

Kombinasi permainan cepat dari sektor sayap serta penyelesaian akhir yang lebih efektif membuat permainan Ancelotti mulai menemukan bentuk terbaiknya.

Momentum itu berlanjut saat menghadapi Skotlandia di laga penutup grup. 

Vinicius Junior tampil sebagai pembeda lewat dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Matheus Cunha. 

Kemenangan 3-0 memastikan Brasil finis di puncak klasemen Grup C tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Yang membuat perjalanan Brasil semakin meyakinkan adalah rapatnya lini pertahanan. 

Baca Juga: Terus Melestarikan Seni Tradisi Ronjengan Bondowoso: Harus Dimainkan dan Diwariskan

Dari tiga pertandingan fase grup, Marquinhos dan kolega hanya sekali kebobolan, yakni ketika bermain imbang melawan Maroko. 

Setelah itu, gawang Brasil steril saat menghadapi Haiti maupun Skotlandia. 

Produktivitas tujuh gol dan pertahanan yang solid menjadi kombinasi yang menghidupkan kembali status mereka sebagai kandidat kuat juara dunia.

Di lini depan, Vinicius Junior menjelma sebagai tumpuan utama. 

Penyerang Real Madrid itu telah mengoleksi empat gol dalam tiga pertandingan. 

Ketajamannya menutup absennya sejumlah pemain akibat cedera sekaligus mengurangi ketergantungan Brasil terhadap Neymar, yang masih menjalani proses pemulihan kebugaran. 

Sentuhan Carlo Ancelotti juga mulai terlihat jelas. Pelatih asal Italia itu membangun permainan yang lebih pragmatis tanpa menghilangkan karakter menyerang Brasil. 

Timnya tidak lagi memaksakan penguasaan bola sepanjang laga, tetapi lebih sabar menunggu momentum sebelum melancarkan serangan cepat yang mematikan. 

Kini ujian sesungguhnya menanti. Jepang menjadi lawan pertama Brasil di fase gugur, sekaligus tim yang pernah mempermalukan mereka dalam laga uji coba pada Oktober 2025. 

Rekam jejak impresif sepanjang fase grup akan kehilangan makna apabila Selecao gagal melewati rintangan tersebut. 

Sebaliknya, kemenangan akan menjadi penegasan bahwa Brasil benar-benar siap memburu trofi Piala Dunia keenam dalam sejarah mereka. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
#bagan 32 besar #piala dunia 2026 #brasil #Jepang #Vinicius