Radar Jember – Rangkaian pertandingan sengit di babak 32 besar Piala Dunia 2026 secara resmi telah dimulai.
Selain didominasi oleh barisan tim nasional raksasa yang sudah punya nama besar, panggung fase gugur kali ini juga diramaikan oleh kehadiran tiga tim kejutan dengan predikat peringkat FIFA paling rendah yang siap memberikan kejutan dan menjungkirbalikkan prediksi di atas lapangan.
Memasuki fase knock-out, babak 32 besar Piala Dunia dipastikan bakal menghadirkan atmosfer ketegangan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan duel-duel di babak penyisihan fase grup sebelumnya.
Baca Juga: AS Roma Tegaskan Wesley Tidak Dijual, Chelsea dan Inter Milan Ditolak
Di tahapan krusial ini, satu kesalahan sekecil apa pun bisa langsung membuat perjalanan sebuah tim nasional terhenti secara tragis, tanpa adanya kesempatan untuk melakukan perbaikan performa di pertandingan berikutnya.
Dari total 32 tim nasional yang masih bertahan mengamankan tiket, terdapat tiga kontestan yang tercatat menyandang peringkat paling rendah.
Ketiga negara tersebut adalah Ghana yang berada di peringkat 65 dunia, Cape Verde di urutan 64 dunia, serta Bosnia dan Herzegovina yang menempati peringkat 61 dunia berdasarkan rilis ranking resmi FIFA pada tanggal 11 Juni lalu.
Kehadiran ketiga tim ini di panggung 32 besar Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa mereka berhasil melampaui pencapaian banyak tim nasional lain yang sejatinya memiliki posisi jauh lebih diunggulkan dalam ranking dunia, sehingga sepak terjang mereka sangat menarik untuk terus dikuti.
Berdasarkan bagan pertandingan yang ada, Ghana dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari Kolombia di babak 32 besar.
Baca Juga: Info Penting Ini Cara Nonton Gratis 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Bayar dan Langganan
Skuad Kolombia sendiri terbukti memiliki performa yang menakutkan setelah sebelumnya sukses menumbangkan raksasa Eropa, Portugal, dalam persaingan ketat menuju status juara grup. Laga ini dipastikan tidak akan berjalan mudah bagi skuad Ghana.
Kendati demikian, duel melawan Kolombia dinilai masih menjadi kesempatan yang jauh lebih baik bagi Ghana jika dibandingkan harus bersua dengan tim-tim kuat yang memiliki sejarah panjang dan tradisi juara di turnamen Piala Dunia.
Tantangan super berat justru harus dihadapi oleh Cape Verde yang kebagian jatah untuk menantang sang juara bertahan, Argentina.
Sangat menarik untuk menantikan bagaimana pendekatan strategi yang bakal diterapkan oleh tim pelatih Cape Verde di dalam laga hidup mati ini.
Kemungkinan besar, Cape Verde diprediksi akan menerapkan skema bertahan total di lini belakang sembari menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan ancaman lewat skenario serangan balik cepat.
Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina mendapatkan bagian untuk menantang salah satu tim tuan rumah, Amerika Serikat.
Selain kalah unggul dari segi kedalaman materi tim, Bosnia juga harus bersiap menghadapi tekanan mental karena kubu Amerika Serikat dipastikan bakal didukung penuh oleh puluhan ribu suporter fanatiknya yang memadati stadion.
Kondisi atmosfer atmosfer stadion inilah yang dipastikan akan menjadi tantangan paling berat bagi skuad Bosnia di sepanjang jalannya laga nanti.
Editor : Imron Hidayatullahh