Radar Jember – Gelaran bergengsi Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para bintang senior yang sarat pengalaman.
Melainkan juga menjadi panggung pembuktian bagi deretan talenta muda potensial yang bahkan belum genap berusia 20 tahun.
Menariknya, dinamika kompetisi global kali ini diwarnai oleh aksi para pesepak bola remaja yang sudah dipercaya mengenakan seragam tim nasional mereka di level tertinggi.
Berdasarkan rilis data resmi dari FIFA, posisi puncak pemain paling belia yang berhasil masuk ke dalam skuad Piala Dunia 2026 ditempati oleh gelandang berbakat milik tim nasional Meksiko, Gilberto Mora. Saat turnamen akbar ini resmi digulirkan, usia Mora tercatat baru menginjak 17 tahun 240 hari.
Baca Juga: Daftar Bagan 32 Besar Fase Gugur Piala Dunia 2026 Sudah Terlihat Jelas, Ini Lengkapnya
Melalui pencapaian fantastis tersebut, Mora sukses mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pemain termuda Meksiko sepanjang masa yang pernah merumput di ajang Piala Dunia.
Sekaligus menyejajarkan dirinya dalam daftar elite sedikit pemain berusia 17 tahun yang mampu menembus ketatnya kompetisi sepak bola paling megah di jagat raya ini.
Tepat di bawah posisi Mora, nama Hugo Sochurek yang merupakan pilar muda asal Ceko menguntit di urutan kedua dengan catatan usia yang baru menginjak 18 tahun 4 hari.
Sementara itu, posisi ketiga diduduki oleh bintang muda Senegal, Ibrahim Mbaye, yang mencatatkan usia 18 tahun 138 hari saat turnamen berlangsung.
Baca Juga: Marseille Tegaskan Tak Akan Jual Murah Greenwood, AS Roma Hadapi Persaingan Ketat
Secara keseluruhan, FIFA merilis daftar 19 daun muda yang menjadi sorotan utama karena usianya yang masih sangat belia.
Setelah Gilberto Mora dari Meksiko dengan 17 tahun 240 hari, Hugo Sochurek dari Ceko dengan 18 tahun 4 hari, dan Ibrahim Mbaye dari Senegal dengan 18 tahun 138 hari, urutan selanjutnya diisi oleh Hamza Abdelkarim dari Mesir yang berusia 18 tahun 161 hari.
Posisi berikutnya ditempati oleh Bara Sapoko Ndiaye dari Senegal yang menginjak usia 18 tahun 162 hari, disusul oleh Mladen Jurkas dari Bosnia dan Herzegovina dengan catatan usia 18 tahun 247 hari.
Tren pemain berusia 18 tahun ini terus berlanjut dengan kehadiran Ayyoub Bouaddi dari Maroko yang berusia 18 tahun 252 hari, Kerim Alajbegovic dari Bosnia dan Herzegovina dengan 18 tahun 263 hari, serta Rayan Elloumi dari Tunisia yang mencatatkan usia 18 tahun 267 hari.
Skuad Australia juga tidak mau kalah dengan mengorbitkan Lucas Herrington yang berusia 18 tahun 279 hari, diikuti oleh Behruzjon Karimov asal Uzbekistan dengan usia 18 tahun 308 hari, serta wonderkid andalan Spanyol, Lamine Yamal, yang tercatat berusia 18 tahun 333 hari.
Baca Juga: Total Sudah Ada 14 Tim yang Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Ini Lengkapnya
Memasuki kelompok usia 19 tahun, nama Kendry Paez asal Ekuador memimpin di usianya yang baru 19 tahun 38 hari, dibuntuti oleh Tyler Fletcher dari Skotlandia dengan usia 19 tahun 84 hari, serta Luka Vuskovic asal Kroasia yang berumur 19 tahun 107 hari.
Daftar ini semakin mentereng dengan kehadiran bek tangguh Spanyol, Pau Cubarsi, yang berusia 19 tahun 140 hari, disusul Yan Diomande dari Pantai Gading dengan usia 19 tahun 209 hari.
Skuad Samba Brasil melengkapi daftar elite ini dengan mengirimkan dua penyerang masa depan mereka, yakni Rayan yang berusia 19 tahun 312 hari serta Endrick yang menginjak usia 19 tahun 325 hari.
Komposisi data tersebut menjadi bukti konkret bahwa proses regenerasi pemain sepak bola saat ini berlangsung dengan sangat cepat di berbagai belahan negara peserta.
Fakta menarik lainnya, Senegal membuktikan kualitas akademi mereka dengan menempatkan dua wakil sekaligus di jajaran lima besar pemain termuda.
Sebuah catatan impresif yang juga berhasil disamai oleh Bosnia dan Herzegovina yang sukses mengirimkan dua nama pemain berusia 18 tahun dalam daftar bergengsi tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh