NEW YORK, Radar Jember - Geliat turnamen terakbar jagat raya, Piala Dunia 2026, langsung memakan korban sekaligus melahirkan para penguasa prematur. Belum juga matchday ketiga bergulir sepenuhnya pekan ini, intensitas tinggi dan aroma determinasi elite Eropa serta Amerika Selatan telah meloloskan 7 tim ke babak 32 besar.
Menggunakan format baru 48 tim, para raksasa tak ingin membuang waktu bermain dengan nasib di laga pamungkas.
Tuan rumah Meksiko menobatkan diri sebagai tim pertama yang mengamankan tempat di fase gugur. Bermain di hadapan publik sendiri yang fanatik, El Tri menyapu bersih dua laga awal Grup A dengan kemenangan solid atas Afrika Selatan (2-0) dan Korea Selatan (1-0). Sentuhan magis taktik efektif membawa mereka mengemas 6 poin sempurna tanpa kebobolan satu gol pun.
Langkah impresif ini langsung diikuti oleh poros kekuatan sepakbola modern. Di Grup I, Prancis dan Norwegia membuat peta persaingan menjadi tidak seimbang setelah keduanya sama-sama mengoleksi 6 poin berkat dua kemenangan beruntun. Les Bleus tampil dengan kedalaman skuad mengerikan, sementara Norwegia yang dimotori lini serang tajam sukses memulangkan Senegal dan Irak lebih awal dari persaingan dua besar.
Sementara itu, sang juara bertahan Argentina menunjukkan mentalitas juara di Grup J. Dipimpin performa klinis di lini depan, Albiceleste mengunci status lolos dengan 6 poin penuh setelah membungkam perlawanan ketat Austria dan Yordania. Gaya main pragmatis namun mematikan milik Lionel Scaloni kembali terbukti menjadi momok menakutkan bagi lawan.
Raksasa Eropa lainnya, Jerman (Grup E), juga tampil sangat menakutkan dengan selisih gol masif (+7) usai melumat rival-rivalnya lewat gelontoran 9 gol hanya dalam dua pertandingan. Kolektivitas Die Mannschaft disusul oleh determinasi tinggi Amerika Serikat di Grup D dan konsistensi Kolombia di Grup K, yang sama-sama menjaga kesucian rekor mereka dengan raihan 6 poin.
Di sisi lain garis nasib, drama tragis harus dialami Haiti, Yordania, Tunisia, Turki, dan Panama yang dipastikan gugur lebih cepat. Apapun hasil di matchday ketiga, poin mereka tak lagi mampu mengejar ketertinggalan, memaksa mereka menjadi penonton lebih awal di sisa turnamen.
Editor : Maulana RJ