Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

REBUTAN TAKHTA GRUP F: De Oranje Diadang Drama Produktivitas dan Poin Fair Play!

M Adhi Surya • Rabu, 24 Juni 2026 | 20:24 WIB
Ilustrasi Timnas Belanda (M. ADHI SURYA/AI/RADAR JEMBER)
Ilustrasi Timnas Belanda (M. ADHI SURYA/AI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Tim nasional Belanda berada di ambang kelolosan menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026. 

Namun, melangkah saja tidak cukup bagi sang arsitek Ronald Koeman. Skuad De Oranje mengusung misi mutlak: mengunci status juara Grup F saat melakoni laga pamungkas kontra Tunisia di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Kansas City, Jumat (26/6) pagi pukul 06:00 WIB.

Masalahnya, jalan menuju takhta tertinggi tidak akan dilewati Virgil van Dijk dkk dengan mudah. Di atas kertas, Belanda memang diunggulkan menang telak atas Tunisia yang sudah dipastikan angkat koper. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Prediksi, Ini Perjalanan Belanda Menuju Piala Dunia 2026

Tetapi di saat yang sama, rival terberat mereka, Jepang, juga mengincar posisi puncak kala bentrok melawan Swedia.

Saat ini, Belanda dan Jepang sama-sama mengoleksi 4 poin dengan agregat selisih gol yang identik. 

Belanda sedikit diuntungkan karena lebih produktif dengan mencetak 7 gol, sementara Jepang membuntuti dengan 6 gol.

Baca Juga: Eks Pelatih AC Milan Ini Terus Diprotes Usai Resmi Jadi Pelatih Lazio, Ultras Garis Keras Pesimis?

Jika besok kedua raksasa ini sama-sama memetik kemenangan dengan margin skor yang membuat selisih gol mereka tetap kembar, maka FIFA akan mengaktifkan aturan paling menegangkan: penilaian kedisiplinan alias Poin Fair Play.

Berdasarkan catatan statistik, benteng pertahanan De Oranje wajib bermain lebih "bersih" di laga pamungkas. Sepanjang dua laga awal, lini belakang Belanda tercatat sudah mengantongi total 3 kartu kuning. 

Ketiganya didapat saat laga sengit kontra Jepang yang berakhir imbang 2-2, masing-masing untuk Crysencio Summerville, Memphis Depay, dan Micky van de Ven. 

Beruntung, saat melumat Swedia 5-1, Belanda bermain tanpa cela dan bersih dari kartu.

Sementara itu, catatan kedisiplinan Samurai Biru julukan timnas Jepang, justru menjadi ancaman nyata bagi Belanda. 

Jepang asuhan Hajime Moriyasu sejauh ini menampilkan permainan yang sangat disiplin dan belum mengantongi satu pun kartu kuning dari dua laga awal. 

Jika skenario poin fair play benar-benar terjadi, posisi juara grup terancam melayang ke tangan Jepang akibat akumulasi kartu minus milik Belanda.

Baca Juga: Rebutan Talenta Emas Benfica! AC Milan Nekat Tantang Barcelona dalam Perburuan Sengit Andreas Schjelderup!

"Kami tidak mau nasib tim ini ditentukan oleh secarik kartu kuning atau undian koin FIFA," tegas kapten Belanda, Virgil van Dijk, dalam sesi konferensi pers di Kansas City. 

Jika skenario berjalan mulus dan Belanda keluar sebagai Juara Grup F, mereka akan terhindar dari jalur neraka dan menghadapi runner-up Grup C di Vancouver atau Los Angeles. 

Sebaliknya, jika tergelincir ke posisi runner-up, De Oranje hampir dipastikan langsung baku hantam dengan juara Grup C yang kemungkinan besar dihuni oleh raksasa Amerika Selatan, Brasil.

Baca Juga: Usai Tebak Tiga Juara Beruntun, Joachim Klement Pilih Belanda di Piala Dunia 2026

Skenario terburuk, jika Belanda kalah mengejutkan dari Tunisia dan disalip Swedia ke peringkat tiga, mereka harus mengais peruntungan lewat jalur empat tim peringkat tiga terbaik. 

Jika itu terjadi, adangan tim-tim elit seperti Jerman (Grup E) atau Prancis (Grup I) sudah menanti mereka di babak gugur. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
#fase gugur #piala dunia 2026 #brazil #Jepang #belanda