Radar Jember – Gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—hadir dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan dibagi ke dalam 12 grup.
Dua tim teratas dari masing-masing grup dipastikan langsung melenggang ke babak gugur. Sementara itu, delapan slot tersisa akan diperebutkan oleh delapan tim peringkat ketiga terbaik dari total 12 grup yang ada.
Metode alokasi ini membuat persaingan tidak lagi terbatas di dalam internal grup saja. Tim yang finis di urutan ketiga harus saling sikut dan membandingkan performa mereka dengan 11 tim peringkat ketiga lainnya dari seluruh grup.
Oleh karena itu, tambahan satu poin, satu gol, atau bahkan kekalahan telak bisa mengubah total peta persaingan dan nasib sebuah tim.
Lantas, berapa jumlah poin minimal yang dibutuhkan setiap tim untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya? Berikut adalah kalkulasi matematisnya berdasarkan data historis:
5 Poin: Garansi Hampir 100 Persen Lolos
Data dari 38 turnamen resmi FIFA dan kompetisi tingkat benua menunjukkan bahwa belum pernah ada tim yang meraih 5 poin setelah 3 pertandingan gagal finis di posisi dua besar grup mereka.
Dengan kata lain, mengantongi 5 poin hampir dipastikan membuat sebuah tim aman dari drama perebutan peringkat ketiga terbaik.
Namun, perlu dicatat bahwa regulasi ini murni lahir dari statistik masa lalu, bukan jaminan tertulis dari FIFA.
4 Poin: Peluang Sangat Besar, Tapi Belum Bisa Tidur Nyenyak
Ini adalah target realistis yang diincar oleh mayoritas tim peringkat ketiga.
Dalam sejarah 38 turnamen FIFA yang menggunakan format 24 tim—di mana ada 4 slot untuk peringkat ketiga terbaik—hanya ada dua tim pemilik 4 poin yang tetap tersingkir. Kedua kasus langka tersebut terjadi di ajang Piala Dunia U-20.
Meski begitu, 4 poin bukanlah tiket sakti yang bebas dari risiko. Norwegia pernah finis sebagai juru kunci grup meski mengoleksi 4 poin pada Piala Dunia 1994 silam.
Baca Juga: Ini Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, UEFA Juga Akan Menerapkan?
Ukraina juga mengalami nasib tragis serupa saat terdepak dari EURO 2024 dengan raihan 4 poin. Poin memang membuka jalan, tetapi saat ada tim yang memiliki poin kembar, agresivitas gol, selisih gol, dan kriteria tie-breaker lainnya yang akan menentukan siapa yang berhak melaju.
Saat ini di Piala Dunia 2026, Maroko, Kanada, Swiss, dan Brasil sudah mengemas 4 poin dari 2 laga awal grup.
3 Poin: Selisih Gol Jadi Penentu Hidup dan Mati
Berdasarkan data survei, persentase kelolosan tim peringkat ketiga yang hanya mengoleksi 3 poin berada di bawah angka 50 persen.
Mayoritas tim yang berhasil melaju ke babak gugur dengan modal 3 poin biasanya wajib memiliki selisih gol yang positif.
Jika sebuah tim mengantongi 3 poin namun minus dalam selisih gol, peluang lolos mereka langsung merosot drastis di bawah 33 persen.
Hal inilah yang menjelaskan mengapa kekalahan telak jauh lebih merusak peluang tim ketimbang sekadar kehilangan 3 poin.
Pada ajang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar lalu, empat dari enam tim peringkat ketiga berkantong 3 poin berhasil lolos. Namun, nasib mereka sangat bergantung pada hasil akhir dan selisih gol di grup-grup lain.
2 Poin: Keajaiban dan Secercah Harapan
Dalam turnamen yang menerapkan sistem 3 poin untuk satu kemenangan, tercatat hanya ada dua momen di mana tim pemilik 2 poin bisa lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Contoh paling mutakhir adalah keberhasilan Tanzania di ajang Piala Afrika pada penghujung tahun 2025.
Piala Dunia 2026 sendiri menyediakan 8 slot play-off untuk 12 tim peringkat ketiga, alias dua kali lipat dari format 24 tim terdahulu.
Baca Juga: Ada Curhat Unik dari Cunha Bersama Timnas Brasil di Piala Dunia?
Kendati demikian, rasio peluang lolosnya tetap sama, yakni 2/3, sehingga data historis di atas masih sangat valid untuk dijadikan acuan.
Melalui hitung-hitungan tersebut, peta jalan setiap tim kini terlihat benderang: 5 poin berarti aman; 4 poin membuka peluang lebar; 3 poin wajib didukung selisih gol yang bagus; sedangkan 2 poin murni berharap pada mukjizat.
Editor : Imron Hidayatullahh