RADAR JEMBER - FIFA memberikan banyak aturan baru di Piala Dunia 2026.
Mulai dari hydration break atau jeda turun minum di 25 menit awal babak pertama karena cuaca Amerika Serikat yang panas.
Hingga aturan head to head di babak grup, sebagai penentu lolos dua tim teratas selain poin.
Baca Juga: Qatar Raja Asia Malah Jadi Bahan Ejekan? Jepang Memang Pantas
Jumlah negara peserta yang diperbanyak menjadi 48 tim, aturan penentuan peringkat baru, serta tiga negara tuan rumah dengan empat zona waktu berbeda membuat bahkan penggemar sepak bola paling setia pun kesulitan mengikuti jadwal, apalagi penonton awam yang menyaksikan pertandingan sepak bola setiap empat tahun sekali.
Dengan 495 kemungkinan kombinasi pertandingan dan delapan tim peringkat ketiga yang akan lolos ke babak 32 besar, tidak mengherankan jika format baru ini sulit dipahami.
Baca Juga: Dua Fakta Menarik Soal Moh Salah dan Kiper Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Dari 48 tim yang berpartisipasi, 16 akan tersingkir.
Adapun dua tim teratas di setiap 12 grup akan melaju ke babak 32 besar.Tiga negara tersebut berhasil menang di dua laga sehingga mampu mengoleksi enam poin dan memimpin grup masing-masing.
Sejak 1970, selisih gol menjadi penentu ketika dua hingga empat negara di dalam sebuah grup memiliki angka yang sama.
Baca Juga: WAJIB PERHATIKAN! Ini Prediksi Skor Jadwal Piala Dunia 2026: Laga Argentina, Prancis dan Norwegia
Kini, metode itu digantikan oleh hasil head to head atau pertemuan langsung.
Artinya, ketika tim A punya poin yang sama dengan tim B, peringkat tim A lebih tinggi di klasemen jika pernah mengalahkan tim B pada babak grup.
Sebagian orang mungkin keberatan, tetapi pendukung metode itu berpendapat bahwa pertemuan langsung lebih adil dibandingkan selisih gol, yang sering dipengaruhi oleh kemenangan besar melawan tim yang lebih lemah.
Editor : M. Ainul Budi