RADAR JEMBER - Bos AC Milan sekaligus legenda hidup Timnas Swedia Zlatan Ibrahimović tentang Lamine Yamal mencetak gol pertamanya di Piala Dunia melawan Arab Saudi:
“Mencetak gol pertama Anda di Piala Dunia adalah sesuatu yang tidak akan pernah Anda lupakan. Itu akan melekat pada Anda seumur hidup. Tapi yang lebih mengesankan saya adalah kepribadian yang dia tunjukkan.”
“Lamine tidak terlihat seperti seorang remaja yang bermain di Piala Dunia pertamanya. Dia terlihat seperti seorang pemain yang membawa harapan seluruh bangsa di pundaknya dan menikmati setiap detiknya.”
“Spanyol bukan tim yang paling ditakuti secara bertahan dan mereka bukan tim yang paling kuat secara fisik, tapi ketika Anda memiliki pemain seperti Lamine Yamal, segala sesuatu menjadi mungkin. Saat ini, dialah yang memberikan keyakinan, energi, dan imajinasi kepada tim ini.”
“Dari cara dia bermain, Anda bisa melihat bahwa dia ingin membawa Spanyol sejauh mungkin di turnamen ini. Dia ingin dunia tahu namanya dan menunjukkan kepada semua orang siapa dia sebenarnya.”
Sementara itu Bek Timnas Tunisia, Ali Abdi terlihat emosional saat diwawancara usai tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Qatar Raja Asia Masih Malah Jadi Bahan Ejekan? Jepang Memang Pantas
Abdi mengkritik kebiasaan federasi sepakbola Tunisia yang sering merombak tim, ganti pelatih baru dan memulai dari nol lagi saat timnya mendapat hasil buruk.
Menurut pengakuan Abdi, Timnas Tunisia yang dibawa ke Piala Dunia ini hanya dipersiapkan selama 1 bulan saja.
“Lihat tim Jepang, hampir sama seperti saat Kirin Cup. Mereka hanya ganti 1-2 orang. Mereka sudah bangun tim bertahun-tahun.”
“Mustahil tim yang baru dibentuk 1 bulan bisa lawan tim-tim kuat yang sudah disiapkan bertahun-tahun di Piala Dunia.”
Editor : M. Ainul Budi