RADAR JEMBER - Badan Tertinggi Sepak Bola Dunia, FIFA, dilaporkan telah resmi mengetok palu regulasi baru yang akan mengubah total peta persaingan di fase grup Piala Dunia 2026.
Untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak sistem gugur (knockout), FIFA kini menerapkan aturan head-to-head sebagai indikator utama jika terdapat dua tim atau lebih yang memiliki poin kembar.
Baca Juga: Bungkam Seribu Bahasa! Rafael Leao Tolak Mentah-Mentah Bicarakan Nasib AC Milan, Ada Apa?
Langkah berani ini diambil untuk meningkatkan tensi pertandingan dan memastikan keadilan yang lebih tinggi, di mana hasil pertandingan langsung antara tim yang bersaing akan jauh lebih dihargai ketimbang sekadar hitung-hitungan selisih gol secara umum.
Ubah Drastis Skema Kelolosan Klasemen
Pada edisi-edisi sebelumnya, selisih gol keseluruhan sering kali menjadi dewa penyelamat bagi tim-tim besar yang sempat terpeleset di awal laga. Namun, di Piala Dunia 2026 dengan format baru yang melibatkan lebih banyak negara, FIFA memperketat persaingan.
Jika ada tim yang mengantongi jumlah poin yang sama di akhir fase grup, urutan kriteria yang digunakan untuk menentukan posisi klasemen akan langsung merujuk pada:
Baca Juga: Angkat Koper Lebih Awal! Tiga Negara Resmi Tersingkir dari Persaingan Sengit Piala Dunia 2026
Poin yang diraih dalam pertandingan grup antara tim-tim yang bersangkutan (head-to-head points).
Selisih gol dari pertandingan grup antara tim-tim yang bersangkutan.
Jumlah gol yang dicetak dalam pertandingan grup antara tim-tim yang bersangkutan.
Jika setelah ketiga kriteria di atas diterapkan tim-tim tersebut masih memiliki peringkat yang sama, barulah kriteria selisih gol total dari seluruh pertandingan grup dan jumlah gol memasukkan secara keseluruhan akan dihitung.
Aturan ini memaksa setiap negara untuk tampil habis-habisan dan dilarang keras bermain aman sejak menit pertama laga dimulai.
Editor : M. Ainul Budi