RADAR JEMBER - Manajemen AC Milan secara resmi membuat gebrakan besar dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala baru untuk menggantikan posisi Massimiliano Allegri. Namun, keputusan kontroversial ini langsung memicu gelombang reaksi keras dari publik sepak bola dunia.
Pasalnya, rekam jejak manajerial pelatih asal Portugal ini dinilai penuh dengan kontradiksi. Di satu sisi, Amorim dipuja karena kesuksesan besarnya bersama Sporting CP. Di sisi lain, ia baru saja mencatatkan rapor merah setelah dipecat secara tragis oleh Manchester United pada Januari lalu.
Baca Juga: Drama Free Transfer Memanas! Juventus Ambil Langkah Nekat Ogah Kehilangan Vlahovic Secara Gratisan
Kini, pertanyaan besar yang menggelayuti publik San Siro adalah: versi Ruben Amorim yang manakah yang akan memimpin skuad Rossoneri musim depan? Dua pengamat sepak bola asal Inggris, Dale O'Donnell dan Euan Burns, memberikan bedah taktik sekaligus peringatan komprehensif terkait apa yang akan dihadapi Milan.
Mimpi Buruk dari Old Trafford yang Menakutkan
Dale O'Donnell menyoroti secara tajam bahwa masa jabatan Amorim di Manchester United adalah sebuah memori kelam yang seharusnya diakhiri lebih cepat. Kehancuran United hingga terdampar di peringkat ke-15 klasemen akhir menjadi bukti nyata betapa kaku dan keras kepalanya sang pelatih.
Selain masalah taktik, Amorim juga meninggalkan noda hitam karena perlakuannya yang buruk terhadap talenta muda seperti Kobbie Mainoo serta penyerang Marcus Rashford. Euan Burns turut menambahkan bahwa hubungan yang retak antara Amorim dan para pemain Setan Merah sudah berada di titik yang tidak bisa diselamatkan lagi saat itu. Meski demikian, Burns tidak menampik bahwa Amorim adalah pelatih cerdas jika berada di lingkungan yang mendukung.
“Menyelesaikan musim di urutan kelima belas di Liga Premier sangatlah memalukan, tetapi Amorim akan dikenang karena penolakannya untuk mengubah taktiknya demi keuntungan tim,” tegas Dale O'Donnell.
“Saya akan selalu kesulitan memaafkan Amorim atas cara ia menangani Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo, dan jelas bahwa ia kurang berminat pada akademi dibandingkan pelatih-pelatih United sebelumnya,” ungkap Euan Burns.
Editor : M. Ainul Budi