Radar Jember – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, FIFA menambah jumlah kontestan Piala Dunia dari yang semula hanya diikuti oleh 32 tim kini membengkak menjadi 48 negara peserta. Format kompetisi sepak bola paling bergengsi di planet bumi ini pun berubah.
Panggung akbar Piala Dunia 2026 sendiri bakal digelar di tiga negara sekaligus secara gotong royong. Ketiga negara tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dengan adanya lonjakan kuota kontestan ini, FIFA membagi seluruh tim ke dalam 12 grup yang membentang dari Grup A hingga Grup L. Masing-masing grup dihuni oleh empat negara yang akan saling hantam di fase penyisihan.
Perubahan bagan kompetisi ini membuat jumlah laga meningkat drastis. Jika pada edisi Qatar 2022 lalu turnamen hanya memainkan 64 pertandingan, kali ini penonton akan dimanjakan dengan total 104 laga.
Kebijakan ini sengaja diambil demi memberikan panggung yang lebih luas bagi negara-negara di dunia untuk mencicipi atmosfer turnamen sepak bola terakbar ini.
Sistem pembagian 12 grup ini tersebar secara merata. Pada Grup A, tuan rumah Meksiko akan bersaing ketat dengan Afrika Selatan, Korea Selatan, serta Republik Ceko.
Sementara di Grup B, tuan rumah Kanada bersiap meladeni tantangan dari Bosnia dan Herzegovina, Qatar, dan Swiss.
Geser ke Grup C, tim raksasa Brasil dikepung oleh Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Sementara di Grup D, sang tuan rumah utama Amerika Serikat harus berhadapan dengan Paraguay, Australia, serta Turki.
Untuk persaingan di Grup E, tim panser Jerman bakal menguji kekuatan dari Curaçao, Pantai Gading, dan Ekuador.
Persaingan sengit juga menjalar ke blok berikutnya. Grup F mempertemukan kekuatan Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia.
Di Grup G, Belgia dikepung oleh Mesir, Iran, serta Selandia Baru. Adapun di Grup H, Spanyol bersiap adu mekanik melawan Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.
Pada bagan selanjutnya, Grup I dihuni oleh Prancis, Senegal, Irak, serta Norwegia. Sementara sang juara bertahan Argentina menghuni Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.
Untuk Grup K, Portugal berada satu kotak dengan Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Terakhir di Grup L, Inggris dikepung oleh Kroasia, Ghana, serta Panama.
Pada fase awal ini, setiap tim akan memainkan tiga pertandingan dengan sistem setengah kompetisi. Ketentuan perolehan angka tetap sama.
Kemenangan diganjar tiga poin, hasil imbang menghasilkan satu poin, dan tim yang kalah tidak mendapatkan poin sepeser pun.
Setelah seluruh laga penyisihan rampung, dua tim teratas dari masing-masing grup otomatis mengunci tiket lolos ke babak gugur.
Menariknya, delapan tim yang menyandang status sebagai peringkat ketiga terbaik juga berhak melaju ke fase berikutnya.
Dengan skema tersebut, total ada 32 tim yang akan bertarung di fase sistem gugur. Babak krusial ini akan dimulai dari fase 32 besar.
Setelah itu, kompetisi berlanjut ke 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga partai puncak di babak final.
FIFA memilih format ini setelah menghitung keseimbangan kompetisi, durasi waktu penyelenggaraan, serta kualitas pertandingan di lapangan.
Melalui penerapan 12 grup ini, peluang negara dari berbagai konfederasi untuk menembus putaran final menjadi jauh lebih terbuka.
Konfederasi Asia (AFC), Afrika (CAF), Amerika Utara (Concacaf), Amerika Selatan (CONMEBOL), Oseania (OFC), hingga Eropa (UEFA) kompak mendapatkan tambahan kuota peserta.
Oleh karena itu, setiap tim nasional dituntut untuk tampil konsisten sejak peluit pertama dibunyikan.
Meskipun ada jalur penyelamat lewat peringkat ketiga terbaik, setiap poin tetap berharga mati karena persaingan dipastikan berjalan sangat ketat di semua grup.
Bagi para suporter, ledakan jumlah pertandingan ini tentu menjadi hiburan yang luar biasa. Total 104 pertandingan membuat durasi turnamen berlangsung lebih panjang dengan jumlah tontonan yang jauh lebih banyak.
Selain itu, kolaborasi tiga negara sebagai pemangku hajat menjadi warna baru dalam buku sejarah sepak bola. Amerika Serikat bertindak sebagai tuan rumah utama.
Sementara Kanada dan Meksiko ikut kebagian jatah untuk menggelar sejumlah pertandingan penting sejak fase grup hingga babak gugur.
FIFA menaruh harapan besar pada format baru ini. Mereka ingin memperluas jangkauan sepak bola global, mendongkrak daya saing antarnegara, serta menyuguhkan pengalaman menonton yang jauh lebih menarik bagi para pemain maupun suporter di seluruh dunia.
Kesimpulannya, jawaban dari format baru ini adalah 12 grup dengan total 48 peserta. Dua tim teratas dari setiap grup beserta delapan peringkat ketiga terbaik akan melaju ke babak 32 besar.
Format ini menobatkan Piala Dunia 2026 sebagai edisi terbesar sepanjang sejarah sepak bola modern.
Editor : Imron Hidayatullahh