Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Samai Rekor Lionel Messi, tapi Cristiano Ronaldo Mandul Gol di Laga Perdana Portugal vs Kongo hingga Panen Kritik Pedas

Imron Hidayatullahh • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:12 WIB
Cristiano Ronaldo. (instagram/cristiano)
Cristiano Ronaldo. (instagram/cristiano)
Radar Jember – Sorotan tajam langsung tertuju pada sosok kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, setelah dirinya gagal mempersembahkan kemenangan bagi skuad Selecao das Quinas pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026, Kamis, 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Saat deretan megabintang sepak bola jagat raya seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland tampil meledak dengan performa gemilang, Ronaldo justru terlihat mati kutu.

Ia kesulitan memberikan dampak nyata hingga Portugal dipaksa berbagi angka imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di Houston.

Baca Juga: Tak Pernah Absen Sejak Zaman Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo Anggap Piala Dunia 2026 Sebagai Panggung Pertama!

Padahal tepat sehari sebelumnya, panggung dunia dihebohkan oleh aksi memukau trio predator lini depan.

Kylian Mbappe sukses melesakkan sepasang gol saat membawa Prancis menjinakkan perlawanan Senegal.

Raihan yang sekaligus menahbiskan dirinya sebagai top skor abadi sepanjang masa bagi timnas Prancis di Piala Dunia.

Tak mau kalah, Erling Haaland juga langsung mengemas dua gol dalam laga debut dunianya saat Norwegia menggilas Irak.

Sementara Lionel Messi tampil paling fenomenal lewat ukiran hattrick ke jala Aljazair guna menyamai rekor legendaris Miroslav Klose sebagai raja gol sejagat.

Rentetan magis rivalnya inilah yang membuat publik mulanya berharap Ronaldo mampu menorehkan tinta emas serupa.

Baca Juga: Messi Rebut Takhta Miroslav Klose Jadi Raja Gol, Ini Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia Sepanjang Masa!

Menjalani Piala Dunia keenam kalinya demi menyamai catatan turnamen milik Messi, penyerang berusia 41 tahun ini sejatinya berpeluang besar menciptakan rekor murni sebagai manusia pertama yang konsisten mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.

Sayang, ambisi tersebut layu di lapangan. Portugal sebenarnya sempat memimpin kilat pada menit keenam melalui eksekusi sundulan tajam Joao Neves yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Pedro Neto.

Kendati demikian, keunggulan tersebut sirna setelah Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang bagi DR Kongo sesaat sebelum turun minum.

Walaupun armada Roberto Martinez mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola yang sangat dominan hingga mencapai tiga perempat permainan, alur serangan mereka terbukti tidak efektif.

Sebab, hanya mampu melepaskan total tujuh tembakan sepanjang duel dan hanya satu yang mengarah tepat sasaran, yakni gol pembuka dari Neves.

Baca Juga: Lionel Messi Jadi Orang Pertama yang Main di Enam Edisi Piala Dunia, Cristiano Ronaldo Siap Menguntit di Grup K

Ronaldo sendiri tampil mengecewakan di lini depan akibat gagal mengonversi sejumlah peluang emas, termasuk dua kesempatan beruntun pada pertengahan paruh kedua usai menerima sodoran manja dari Francisco Conceicao.

Kegagalan ini memperpanjang rekor buruk penyerang Al-Nassr tersebut yang kini tercatat mandul tanpa gol dalam 10 pertandingan berturut-turut di panggung turnamen besar.

Sepanjang 90 menit laga bergulir, ia bahkan hanya mencatatkan 25 kali sentuhan bola, angka paling minim di antara seluruh penggawa Portugal yang bermain penuh.

Minimnya suplai ini memantik komentar dari mantan rekan setimnya di Manchester United yang juga eks striker timnas Inggris, Wayne Rooney.

"Statistiknya memang tidak akan pernah menjadi yang terbaik. Yang dia butuhkan adalah peluang. Jika mendapatkan peluang bagus, dia akan mencetak gol," ujar Rooney, seperti dilansir dari BBC, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Hanya Butuh 43 Menit, Haaland Langsung Pecahkan Rekor Abadi Kjetil Rikdal dan Bawa Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Sebelum laga dimulai, Rooney bahkan sempat melempar candaan bahwa Ronaldo sejatinya memendam rasa cemburu yang besar saat melihat panggung dansa Messi, Mbappe, dan Haaland.

"Itulah yang selalu mendorong dirinya. Mentalitasnya membuat semua hal menjadi tantangan. Selama bertahun-tahun, dia dan Messi saling mendorong untuk mencapai level tertinggi," tambah Rooney.

Rooney bahkan meyakini kegagalan ini justru akan memicu ledakan gol dari sang kapten pada pertandingan berikutnya untuk membuktikan dirinya belum habis.

Di sisi lain, keputusan pelatih Roberto Martinez yang bersikeras mempertahankan Ronaldo di lapangan hingga peluit panjang berbunyi memicu gelombang kritik dari para pandit.

Eks penyerang Liga Inggris, Chris Sutton, menilai Martinez terlalu silau dengan nama besar sang megabintang hingga terkesan takut untuk menariknya keluar, bahkan saat Goncalo Ramos dimasukkan untuk menggantikan Vitinha pada menit ke-83.

"Dia takut menggantinya. Dia bukan manajernya. Ronaldo mungkin saja mencetak gol kemenangan, tetapi pertandingan hari ini sudah tidak berpihak kepadanya," cetus Sutton dalam siaran langsung BBC.

Baca Juga: Panasnya Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Lionel Messi Puncaki Klasemen Sembari Dikepung Bomber Elite Eropa!

Sentimen senada diutarakan oleh mantan bek timnas Prancis, Gael Clichy, yang menganggap figur raksasa seperti Ronaldo secara tidak sadar sering kali membebani psikologis pemain muda di lapangan, seperti keputusan Conceicao yang memilih mengoper bola ketimbang menembak langsung ke gawang.

"Kami mengatakan sebelum pertandingan bahwa Ronaldo akan membantu para pemain muda melalui karakter dan pengalamannya. Namun terkadang, tanpa disadari, pemain seperti itu bisa menyita terlalu banyak perhatian,” urainya.

“Ini hal yang normal. Karena itu keputusan pelatih sangat penting. Selama 90 menit kami terus bertanya apakah dia akan ditarik keluar atau tidak, karena kami tahu dia selalu punya potensi mencetak gol," pungkas Clichy.

Hasil imbang ini menjadi pekerjaan rumah yang menumpuk bagi Martinez untuk segera membenahi efektivitas lini serang Portugal jika tidak ingin pulang lebih awal dari turnamen.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#fifa world cup #piala dunia 2026 #cristiano ronaldo #portugal #Lionel Messi