Radar Jember – Nakhoda utama tim nasional Portugal, Roberto Martinez, mengungkapkan bahwa megabintang Cristiano Ronaldo menunjukkan gairah serta antusiasme yang luar biasa tinggi dalam menyongsong gelaran Piala Dunia 2026.
Kompetisi akbar edisi kali ini menjadi panggung turnamen keenam sepanjang karier profesionalnya.
Meski begitu, aura dan semangat yang dipancarkan sang kapten di lapangan dinilai masih sama persis seperti saat dirinya pertama kali mencicipi atmosfer kejuaraan dunia, dua dekade silam.
Kilas balik perjalanan panjangnya, Ronaldo melakoni debut perdana di pentas Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman ketika dirinya masih berusia belia 21 tahun.
Kala itu, armada Selecao das Quinas sukses melaju impresif hingga babak semifinal sebelum akhirnya dipaksa angkat koper oleh skuad Prancis yang dikomandani oleh Zinedine Zidane.
Hingga kurun waktu 20 tahun berlalu sejak momen tersebut, penyerang ikonik berjuluk CR7 ini tercatat tidak pernah sekalipun absen dari daftar skuad Portugal di ajang empat tahunan ini.
Uniknya, jika pada edisi 2006 silam ia menyandang status sebagai pemain paling muda di dalam tim, kini roda berputar kontras di mana dirinya menjadi pemain paling uzur dengan usia menyentuh 41 tahun.
Angka tersebut memicu jarak bentangan usia yang sangat mencolok hingga 19 tahun dengan bek muda Renato Veiga, yang tercatat sebagai daun muda alias pemain termuda dalam skuad Portugal saat ini.
Walaupun kenyang pengalaman dengan caps mentereng di lima edisi Piala Dunia terdahulu, Martinez menilai Ronaldo tetap memperlakukan pergelaran tahun 2026 ini layaknya sebuah panggung debut.
Etos kerja tanpa batas yang ditunjukkan oleh sang veteran dinilai menjadi role model sekaligus contoh yang sangat berharga bagi jajaran pemain junior di dalam tim.
"Ini Piala Dunia keenamnya, namun saya bisa bilang bahwa secara internal, rasanya seperti yang pertama baginya, dalam hal intensitas, kekuatan emosional, dan betapa penting baginya untuk siap membantu tim," ujar Martinez seperti dikutip dari laporan ESPN.
Lebih lanjut, juru taktik berkebangsaan Spanyol tersebut menguraikan bahwa kontribusi nyata pemilik lima Ballon d'Or itu di dalam internal skuad masih berada dalam kategori tidak tergantikan.
Kehadirannya di lini depan menjadi poros utama penyerangan yang sanggup memecah konsentrasi barisan pertahanan lawan.
"Di dalam tim nasional, dia adalah pemain vital karena dia adalah pencetak gol, pemain yang menguasai area penalti, pemain yang pergerakannya dapat menciptakan ruang bagi pemain lain. Dalam permainan menyerang kami, statistiknya mencerminkan pentingnya dia," jelas mantan pelatih Everton tersebut.
Hingga detik ini, trofi emas Piala Dunia memang menjadi satu-satunya gelar prestisius di jagat raya yang belum pernah berhasil diraih atau dipajang dalam lemari prestasi Cristiano Ronaldo.
Dengan kondisi fisik yang tetap prima di usia kepala empat, publik sepak bola dunia kini tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah tahun 2026 ini akan menjadi momentum pembuktian akhir yang manis bagi sang legenda?
Editor : Imron Hidayatullahh