Radar Jember – Bintang lapangan hijau, Lionel Messi, kembali menorehkan tinta emas yang semakin memperpanjang daftar rekor fantastis sepanjang karier profesionalnya.
Saat memimpin armada tim nasional Argentina bersua Aljazair pada laga pembuka Piala Dunia 2026, sang kapten secara resmi menobatkan diri sebagai pesepak bola pertama dalam sejarah bumi yang mampu merumput di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Momen monumental tersebut pecah di Kansas City, Amerika Serikat, pada Rabu, 17 Juni 2026 pagi WIB, yang sekaligus menandai laga emosional ke-200 bagi penyerang berjuluk La Pulga tersebut dalam balutan seragam kebesaran Tim Tanggo.
Sebelum rekor prestisius ini pecah, Messi sempat berdiri sejajar dengan lima nama legendaris yang mengantongi catatan tampil di lima edisi Piala Dunia.
Barisan pemain elite tersebut meliputi rival abadinya Cristiano Ronaldo dari Portugal, trio tangguh Meksiko yakni Antonio Carbajal, Rafael Marquez, dan Andres Guardado, serta sang jenderal lapangan tengah Jerman, Lothar Matthäus.
Namun, terhitung sejak peluit sepak bola di Kansas bergulir, sang kapten Argentina kini resmi berdiri sendirian di puncak tertinggi takhta sejarah sepak bola sejagat.
Kisah panjang Messi di panggung tertinggi ini dimulai saat ia melakoni debut emosional pada Piala Dunia 2006 di Jerman.
Kala itu, sang pemain baru menginjak usia belia 18 tahun dan langsung menggebrak dengan sumbangan gol instan dalam pesta kemenangan telak Argentina 6-0 atas skuad Serbia dan Montenegro di fase grup.
Sejak pembuktian perdana tersebut, magis Messi tak pernah absen menghiasi putaran final, mulai dari edisi 2010, 2014, 2018, drama juara di 2022, hingga puncaknya pada edisi 2026 ini.
Tak hanya urusan kuantitas turnamen, bomber Inter Miami ini juga memegang rekor pemilik menit tampil terbanyak di putaran final.
Rekor yang ia rebut dari Lothar Matthäus saat menumbangkan Prancis di final Qatar 2022 lalu, di mana duel kontra Aljazair kali ini resmi menjadi pertandingan ke-27 bagi Messi.
Kendati demikian, rekor kepemilikan tunggal milik Messi berpotensi langsung terusik dalam waktu dekat oleh seteru lamanya.
Cristiano Ronaldo dijadwalkan bakal segera turun membela panji Portugal untuk menantang kekuatan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K.
Jika Ronaldo diturunkan oleh sang pelatih, ia otomatis akan menyusul langkah Messi dengan membukukan penampilan di enam edisi berbeda, meskipun status pionir pertama yang mencapai tonggak sejarah tersebut akan tetap abadi atas nama Lionel Messi.
Di sisi lain, kiper ikonik Meksiko, Guillermo Ochoa, sejatinya juga masuk dalam daftar skuad negaranya tahun ini.
Namun, karena ia sempat menjadi camat alias hanya duduk di bangku cadangan pada dua edisi sebelumnya, namanya otomatis gugur dari daftar pemain yang benar-benar merumput di enam edisi berbeda.
Kini, di usianya yang telah menyentuh angka 38 tahun, Messi masih memikul beban berat sebagai motor serangan utama Argentina yang datang dengan status mentereng sebagai juara bertahan.
Walaupun hingga detik ini belum ada keputusan tertulis yang diumumkan secara resmi terkait masa pensiunnya dari korps internasional, penyerang kidal tersebut dalam beberapa kesempatan sempat melempar sinyal kuat bahwa edisi 2026 ini bakal menjadi panggung dansa terakhirnya di level dunia.
Jika skenario gantung sepatu itu benar-benar terwujud, maka rekor penampilan di enam edisi Piala Dunia ini akan menjadi warisan terbesar dan paling sulit dipecahkan oleh generasi masa depan.
Editor : Imron Hidayatullahh