Radar Jember – Bomber haus gol yang dikenal tak kenal lelah di depan jala lawan, Erling Haaland, hanya membutuhkan waktu singkat selama 43 menit untuk memahat namanya dalam buku sejarah emas sepak bola Norwegia.
Menjalani penampilan perdananya di panggung putaran final Piala Dunia, penyerang andalan Manchester City tersebut langsung menasbihkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk tim nasional negaranya di kompetisi sepak bola paling bergengsi sejagat ini.
Ketajaman luar biasa tersebut ditunjukkan Haaland lewat sumbangan sepasang gol (brace) yang dilesakkan masing-masing pada menit ke-29 dan menit ke-43, guna mengantarkan Norwegia memetik kemenangan telak 4-1 atas Irak dalam laga sengit di babak penyisihan grup.
Tambahan pundi-pundi instan di laga pembuka ini secara otomatis mendongkrak koleksi gol internasional Haaland menjadi dua biji pada putaran final Piala Dunia.
Lewat gol pertamanya, ia sempat menyamai rekor legendaris yang sekian lama digenggam erat oleh Kjetil Rikdal, sebelum akhirnya melesat memimpin sendirian di puncak daftar berkat gol keduanya yang tercipta sebelum turun minum.
Catatan ini terbilang sangat fenomenal mengingat Rikdal terdahulu harus membutuhkan dua edisi turnamen yang berbeda untuk mengumpulkan tabungan dua golnya.
Yakni satu gol di edisi Amerika Serikat 1994 dan satu gol lain lewat eksekusi penalti dramatis kontra Brasil pada pergelaran Prancis 1998 silam.
Istimewanya lagi, torehan tinta emas milik Haaland ini tercipta tepat pada momen kembalinya Norwegia ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah dipaksa absen panjang selama 28 tahun, terhitung sejak partisipasi terakhir mereka di tanah Prancis pada tahun 1998.
Pemain yang kini menginjak usia 25 tahun tersebut kian mempertegas statusnya sebagai salah satu ujung tombak paling menakutkan di muka bumi.
Haaland sukses mentransfer produktivitas gol fantastisnya dari level klub di Liga Inggris langsung ke panggung dunia.
Sekaligus mengawali lembaran perdananya di kompetisi ini dengan raihan rekor monumental sembari memimpin langkah awal skuad negaranya secara perkasa demi melaju jauh di turnamen.
Editor : Imron Hidayatullahh