Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hadapi Jarak 4.500 Kilometer di Tiga Negara, Bos FIFA Gianni Infantino Nekat Jajal 4 Zona Waktu Piala Dunia 2026!

Imron Hidayatullahh • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:23 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino

Radar Jember – Presiden FIFA, Gianni Infantino, tampaknya benar-benar memiliki ambisi yang luar biasa dalam mengawal gelaran akbar Piala Dunia 2026.

Pria berusia 56 tahun tersebut dilaporkan bertekad kuat untuk bisa menyaksikan langsung dua pertandingan sepak bola yang berbeda dalam kurun waktu satu hari saja.

Guna memuluskan rencana maraton tersebut, Infantino dikabarkan bakal mengandalkan moda transportasi jet pribadi eksklusif.

Baca Juga: Panasnya Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Lionel Messi Puncaki Klasemen Sembari Dikepung Bomber Elite Eropa!

Disediakan khusus oleh maskapai Qatar Airways sebagai bagian dari kesepakatan sponsorship resmi dengan badan sepak bola dunia tersebut.

Fasilitas mewah inilah yang menjadi kunci utama mobilitas kilatnya untuk berpindah dari satu kota ke kota lain di sepanjang wilayah Amerika Serikat, Kanada, hingga Meksiko.

Aksi safari sepak bola ini sebenarnya sudah dimulai sejak genderang turnamen ditabuh.

Usai menghadiri upacara sekaligus laga pembuka di Mexico City pada Kamis, 11 Juni 2026 lalu, Infantino langsung bertolak ke Guadalajara demi memantau kemenangan tim nasional Korea Selatan atas Republik Ceko.

Tanpa kenal lelah, keesokan harinya ia sudah mendarat di Los Angeles untuk menyaksikan ketajaman skuad Amerika Serikat saat menggilas Paraguay dengan skor telak 4-1.

Baca Juga: Sejarah Baru di Piala Dunia! Lionel Messi Cetak Hat-trick di Laga Internasional ke-200 dan Samai Rekor Klose

Estafet perjalanan mewah tersebut berlanjut pada hari Sabtu, di mana dirinya terpantau hadir dalam laga Qatar kontra Swiss di San Francisco.

Sebelum akhirnya kembali terbang ke Vancouver untuk mengawal bentrokan antara Australia melawan Turki.

Aktivitas menonton di tribun stadion sempat terjeda pada hari Minggu karena sang presiden diwajibkan memimpin agenda formal Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) FIFA yang berlangsung di Miami.

Pertemuan penting tersebut dihadiri secara langsung oleh perwakilan dari 211 asosiasi sepak bola yang bernaung di bawah bendera FIFA.

Begitu seluruh rangkaian rapat kerja tersebut rampung, Infantino langsung memesan penerbangan malam untuk kembali menuju Los Angeles demi tidak melewatkan jalannya laga sengit antara Iran berhadapan dengan Selandia Baru.

Baca Juga: Tersorot Kamera Buat Gestur Rasis, Begini Sikap FIFA terhadap Wasit Piala Dunia 2026 Shaun Evans

Pihak internal FIFA sendiri telah mengonfirmasi bahwa sang presiden memang akan berupaya keras untuk mempertahankan ritme menonton dua laga per hari, asalkan penataan jadwal kompetisi dan kondisi teknis perjalanan di lapangan berada dalam status yang memungkinkan.

Ambisi semacam ini sejatinya pernah sukses ia torehkan pada edisi Piala Dunia 2022 di Qatar silam, di mana dirinya berhasil memecahkan rekor dengan menonton seluruh 64 pertandingan dari awal hingga akhir musim.

Namun, situasi pada saat itu jauh lebih mudah karena bentang jarak geografis antar-stadion di Qatar tergolong sangat dekat, dengan rute terjauhnya hanya berkisar di angka 74 kilometer saja.

Tantangan yang dihadapi Infantino pada tahun 2026 ini dipastikan berlipat ganda dan jauh lebih rumit.

Baca Juga: Inter Milan Menunggu Hilal yang Tepat di Bursa Transfer

Pasalnya, pesta bola kali ini tidak lagi berpusat di satu negara, melainkan tersebar luas di tiga negara raksasa sekaligus mencakup empat zona waktu yang berbeda.

Turnamen ini melibatkan 16 stadion megah yang lokasinya terpencar sangat jauh hingga memicu jarak bentangan antar-lokasi mencapai 4.500 kilometer.

Dengan kondisi geografis yang luar biasa masif tersebut, Gianni Infantino diproyeksikan bakal menorehkan rekor individu baru sebagai sosok manusia yang paling banyak melakukan perjalanan udara dan menumpuk jam terbang sepanjang sejarah bergulirnya Piala Dunia.

Editor : Imron Hidayatullahh
#fifa world cup #presiden fifa #qatar airways #gianni infantino #Piala dunia