Radar Jember – Gaung euforia turnamen sepak bola terakbar, Piala Dunia 2026, kini semakin membahana di tengah masyarakat.
Kabar gembira datang bagi para pencinta kulit bundar di tanah air, lantaran seluruh rangkaian pertandingan bergengsi tersebut dipastikan dapat dinikmati secara cuma-cuma melalui jaringan siaran televisi terestrial.
TVRI selaku lembaga penyiaran publik yang memegang hak siar resmi kategori Free-to-Air (FTA) berkomitmen menayangkan secara langsung seluruh laga kompetisi.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Bendera Iran Dilaporkan Dilarang Tampil di Piala Dunia 2026?
Mulai dari persaingan sengit di fase grup hingga partai puncak di babak final, melalui dua saluran andalan mereka yaitu TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Kendati demikian, terdapat kriteria teknis mutlak yang wajib dipenuhi oleh pemirsa agar bisa mengakses tayangan gratis ini, yakni perangkat televisi di rumah harus mampu menangkap pancaran sinyal digital.
Bagi masyarakat yang masih memiliki televisi model lama atau TV tabung, situasi ini tidak perlu memicu kekhawatiran untuk membeli unit baru karena tayangan pertandingan tetap dapat diakses secara jernih melalui pemanfaatan alat konversi tambahan.
Bagi pemilik televisi yang sudah mengadopsi teknologi digital bawaan, proses aktivasi saluran terbilang sangat mudah dan praktis.
Langkah operasional yang perlu dilakukan diawali dengan memastikan perangkat televisi telah terhubung secara baik dengan antena UHF standar.
Baca Juga: Juventus Jadi Prioritas Frattesi, Manajemen Inter Milan Siap Terima Tawaran Besar?
Selanjutnya, nyalakan televisi lalu masuk ke dalam menu pengaturan atau setting, kemudian pilih opsi broadcasting atau menu penyusunan kanal.
Pengguna tinggal mengarahkan pilihan input pada opsi sinyal digital, mengklik tombol auto scan atau pencarian otomatis, dan menunggu beberapa saat hingga sistem selesai memproses serta menyimpan frekuensi TVRI Nasional maupun TVRI Sport secara otomatis ke dalam daftar program.
Sementara itu, bagi masyarakat yang mengandalkan televisi analog atau jenis tabung, prosedur penangkapan sinyal memerlukan jembatan perangkat eksternal berupa Set Top Box (STB) yang mengantongi sertifikasi berlogo DVB-T2.
Mekanisme instalasinya dimulai dengan menancapkan kabel antena luar ke lubang port bertuliskan ANT-IN yang berada di bagian belakang mesin STB.
Langkah berikutnya adalah menghubungkan perangkat STB menuju ke televisi menggunakan soket kabel RCA yang memiliki tiga warna khas, yakni merah, putih, dan kuning, dengan memastikan setiap ujung warna tertancap pas pada lubang port yang bersesuaian di panel televisi.
Setelah itu, nyalakan televisi lalu geser mode tampilan input dari siaran reguler menuju ke saluran AV.
Operasikan perangkat STB, ikuti instruksi konfigurasi awal yang muncul di layar termasuk memasukkan data kode pos wilayah setempat, lalu pilih menu pencarian otomatis untuk menyaring sinyal digital secara optimal hingga visual gambar tajam TVRI berhasil terkunci.
Di sisi lain, publik juga perlu memahami adanya perbedaan regulasi mendasar antara menonton melalui media televisi terestrial dengan mengakses platform digital.
Jika siaran TV yang memanfaatkan antena dipastikan gratis total tanpa biaya bulanan, maka aturan main untuk layanan berbasis streaming atau aplikasi internet umumnya memberlakukan skema komersial.
Di mana penonton akan dibebankan biaya paket langganan premium atau kuota data internet khusus demi memperoleh resolusi gambar High Definition (HD) serta fitur interaktif lainnya.
Oleh karena itu, guna menghindari kendala teknis saat kick-off pertandingan perdana Piala Dunia 2026 resmi bergulir, masyarakat diimbau untuk segera memeriksa instalasi antena serta melakukan proses pemindaian ulang frekuensi televisi sejak dini.
Editor : Imron Hidayatullahh