RADAR JEMBER - Kegagalan menyakitkan Juventus untuk menembus zona Liga Champions musim ini benar-benar memicu gempa tektonik di internal klub.
Finis di peringkat keenam klasemen akhir Serie A menjadi tamparan keras yang memaksa sang pelatih kepala, Luciano Spalletti, mengambil sikap tegas dan tanpa kompromi.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Luciano Spalletti menegaskan bahwa masalah utama Juventus musim ini bukan hanya soal taktik atau teknik, tetapi juga mentalitas.
Baca Juga: Bukan Dipecat, John Elkann Paksa Damien Comolli Mengalah demi Selamatkan Nasib Juventus Musim Depan!
Menurutnya, pemain yang tidak memiliki karakter kuat tidak akan mampu bertahan di klub sebesar Juventus.
“Semua orang punya keraguan saat akan tampil di lapangan. Ketika kamu terus terikat pada keraguan itu, kamu menjadi ragu-ragu, jadi kamu harus melepaskannya dan mengambil keputusan. Itu solusinya. Semua orang punya keraguan, tetapi keputusan harus dibuat. Jika terlalu banyak keraguan, berarti tidak cukup memiliki karakter, dan kamu tidak bisa bermain untuk Juventus karena itulah yang menjadi pembeda,”
Spalletti juga mengonfirmasi bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan manajemen klub mengenai kebutuhan skuad untuk musim depan bersama Damien Comolli.
“Hal-hal ini sudah kami bicarakan dengan Comolli dan pihak lainnya. Kami membutuhkan pemain yang bisa meningkatkan level kepribadian tim. Itulah sebabnya kadang kami bermain sangat bagus, tetapi di lain waktu kami jatuh begitu saja,”
Editor : M. Ainul Budi