RADAR JEMBER - Kompetisi kasta tertinggi Liga Italia (Serie A) benar-benar menyajikan drama tingkat tinggi hingga detik-detik terakhir.
Memasuki pekan pamungkas yang super menegangkan, perhatian publik sepak bola dunia kini tertuju pada nasib raksasa San Siro, AC Milan, yang tengah berjuang habis-habisan dalam hitung-hitungan matematis krusial demi mengamankan satu tiket tersisa menuju Liga Champions musim depan.
Baca Juga: Pemain Inter Milan Ungkapkan Tiga Striker Paling Susah Dipegang
Persaingan di papan atas klasemen yang teramat ketat membuat posisi Rossoneri belum sepenuhnya aman. Nasib anak asuh Il Diavolo Rosso ini akan ditentukan dalam laga hidup mati selama 90 menit di pekan terakhir.
Skenario yang ada pun terbilang sangat mendebarkan; kemenangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi, sembari berharap para rival terdekat mereka terpeleset di pertandingan lain.
Jika gagal memetik poin penuh, mimpi buruk siap mengintai AC Milan. Mereka bisa saja terlempar dari empat besar dan harus rela bermain di kompetisi kasta kedua, Europa League—sebuah kerugian besar baik dari segi prestasi maupun finansial klub.
Kegugupan dan ketegangan luar biasa ini dipastikan membuat jantung para Milanisti di seluruh dunia berdegup kencang menanti hasil akhir.
Di tengah atmosfer ruang ganti yang dipenuhi tekanan masif, pelatih AC Milan mencoba menenangkan skuadnya sekaligus membakar semangat juang anak asuhnya agar tampil habis-habisan di lapangan hijau.
Editor : M. Ainul Budi