RADAR JEMBER - Drama mendebarkan kembali tersaji dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Liga Italia (Serie A). Meski sudah dipastikan meraih scudetto.
Langkah perkasa Inter Milan untuk mengkohkohkan posisi puncak klasemen mendadak harus tersandung setelah mereka secara mengejutkan ditahan imbang oleh tim kuda hitam, Hellas Verona, dalam laga yang menguras emosi para pendukungnya.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Inter Milan yang bertindak sebagai tim unggulan langsung mengambil inisiatif menyerang dan mengurung lini pertahanan lawan. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru serta penampilan heroik penjaga gawang Hellas Verona membuat lini depan Nerazzurri frustrasi sepanjang pertandingan.
Inter Milan sebenarnya menguasai jalannya pertandingan sejak sepak mula. Tuan rumah baru bisa memecah kebuntuan pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-47, akibat gol bunuh diri bek Verona, Andrias Edmundsson.
Kemenangan Nerazzurri yang sudah di depan mata buyar pada masa injury time. Kieron Bowie mencetak gol balasan bagi Verona pada menit ke-90+1 yang sekaligus menyamakan kedudukan.
Baca Juga: Chivu Siapkan Revolusi Skuad Muda untuk Laga Bologna vs Inter
Meskipun Inter Milan mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 60 persen, serangan balik cepat yang diperagakan oleh Hellas Verona beberapa kali justru nyaris membobol gawang tuan rumah.
Hingga babak kedua berakhir, papan skor tetap menunjukkan hasil imbang.
Bagi Verona, hasil ini adalah sebuah kemenangan moral yang besar.
Menanggapi hasil akhir yang mengecewakan di hadapan publik sendiri, pelatih Inter Milan tidak bisa menyembunyikan rasa sesalnya atas kegagalan anak asuhnya memanfaatkan peluang-peluang emas menjadi gol.
"Kami menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, tetapi kami kurang tenang di depan gawang lawan. Di kompetisi seketat Serie A, Anda akan dihukum jika tidak bisa menyelesaikan peluang dengan baik," ujar Chivu.
Editor : M. Ainul Budi